Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Hipertensi Paru Bisa Menyerang Anak

Hipertensi Paru - inilah.com
freepik

Hipertensi paru adalah penyakit yang sangat awam dan belum banyak diketahui orang. Namun, ternyata, penyakit tersebut bisa menyerang anak-anak.

Penyakit hipertensi paru masih belum awam diketahui atau bahkan terdengar di kalangan masyarakat Indonesia.

Hipertensi paru merupakan kelainan patofisiologi pada pembuluh darah paru-paru yang dapat menyebabkan komplikasi klinis dengan penyakit-penyakit kardiovaskular (jantung) dan respirasi (pernapasan).

Berdasarkan Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Hipertensi Pulmonal Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia tahun 2021, penyakit hipertensi paru memang termasuk penyakit yang jarang ditemukan, dimana angka prevalensi penyakit ini di seluruh dunia hanya sebesar 20-70 juta orang dari total populasi dunia sekitar 7,7 miliar orang.

Meskipun angka prevalensinya relatif rendah, penyakit ini tetap menjadi suatu tantangan dalam bidang kesehatan karena juga dapat berakibat fatal bagi para pasien.

Baca juga
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Sehat

Penyakit hipertensi paru dapat dialami sejak usia dini, dimana pada umumnya ditandai dengan peningkatan tekanan rerata arteri pulmonalis (mean pulmonary artery pressure/mPAP) di atas normal, yaitu > 20 mmHg dan peningkatan tahanan vaskular paru (pulmonary vascular resistance/PVR) di atas normal, pada kondisi istirahat.

Pada kasus spesifik, hipertensi paru juga dapat menjadi salah satu komplikasi dari penyakit jantung bawaan dengan gejala dan tanda-tanda tahap awal yang biasanya tidak spesifik atau tidak terdeteksi pada bayi baru lahir.

Kondisi ini tentunya menyebabkan tantangan tersendiri bagi para tenaga medis untuk menetapkan diagnosis dini penyakit hipertensi paru yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan.

Baca juga
Gilang dan Shandy Tengah Disorot, Pembukaan MS GLOW Justru Dapat Dukungan dari Bupati Karawang

Terlebih lagi, atas keterbatasan keahlian dan infrastruktur kesehatan di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di Indonesia, banyak pasien penyakit tersebut yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan tidak terdeteksi hingga timbul komplikasi yang memerlukan perhatian medis yang lebih serius.

“Penyakit hipertensi paru juga banyak dialami oleh anak-anak,” kata Pakar Kardiologi Anak Rumah Sakit Adam Malik Medan, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A(K), saat temu media virtual bersama pfizer, ditulis di Jakarta, Jumat, (11/03/2022).

Gejala hipertensi paru

Ada beberapa gejala yang bisa orangtua amati pada anak-anak yang menderita penyakit tersebut. Gejala penyakit ini pada anak penting untuk dikenali sedini mungkin.

“Meskipun tidak spesifik, namun gejala hipertensi paru dapat meliputi sesak saat beraktivitas, mudah lelah, lemas, nyeri dada, pusing, dan kadang disertai batuk,” tambahnya.

Baca juga
Sinopsis Death on the Nile, Film Adaptasi Novel Agatha Christie Tayang di Bioskop Indonesia

Gejala lain seperti hemoptisis atau batuk berdarah dari saluran pernapasan, sindrom Ortner atau suara serak dari pita suara, dan aritmia atau gangguan irama jantung juga dapat terjadi, namun jarang.

Akibat masih banyaknya masyarakat yang belum mengenali penyakit ini, pasien anak yang terdiagnosa penyakit tersebut di Indonesia masih terhitung sedikit hingga saat ini.

“Maka dari itu, penyakit hipertensi paru ini perlu dikenali dan dipahami lebih lanjut oleh masyarakat karena merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak hanya terpengaruh oleh penyakit bawaan, namun juga sangat terpengaruh oleh gaya hidup dari pasien dan konsumsi obat-obatan tertentu,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar