Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Honor Petugas KPPS Pemilu 2024 Naik jadi Rp1,5 Juta

Senin, 23 Mei 2022 - 17:14 WIB
Pemilu 2024 Surat Suara - inilah.com
Surat Suara - Antara

Komisi II DPR RI bersama pemerintah dan KPU sepakat menaikkan honor petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2024.

“Kita pada acara konsinyering tempo hari kita menyepakati untuk petugas-petugas ad hoc itu karena kerjanya cukup berat kita sepakati untuk meningkatkan sebanyak 3 kali lipat dari biasanya, dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2022).

Jika pada Pemilu 2019 petugas KPPS menerima honor sebesar Rp500 ribu, maka tiga kali lipatnya adalah Rp1,5 juta.

Anggota DPR Fraksi PPP itu menambahkan, dalam rapat sempat terjadi perdebatan mengenai nominal honor yang akan diterima petugas ad hoc tersebut. Meski tidak menyebut angka, namun rapat akhirnya menyepakati kenaikan sebesar 3 kali lipat dari Pemilu sebelumnya.

Baca juga
Bawaslu: Lembaga Pemantau Pemilu 2024 Harus Terakreditasi

“Ya sudah kesepakatan kita walaupun ketika itu ada perdebatan ada pihak-pihak yang pertanyakan apa ini tidak kurang atau terlalu besar, tapi sudah kita sepakati angka itu kita tidak sebut, tapi 3 kali lipat dari Pemilu sebelumnya,” tutur Syamsurizal.

“Tapi saya kira ini wajar karena bicara inflasi saja, misal dulu Rp 500 ribu bisa beli apa, sekarang nggak bisa. Jadi wajar kita baiknya 3 kali lipat jadi wajar semua fraksi sepakat,” tambahnya.

Sebelumnya, DPR, pemerintah dan KPU menyepakati anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp76,6 triliun. Anggaran tersebut sudah termasuk dana untuk putaran kedua pilpres dan antisipasi terjadinya COVID-19.

Baca juga
Airlangga: 75 Tahun HMI Sudah Buktikan jadi Kawah Candradimuka Tokoh Bangsa

“Kemudian dari aspek tahun kita anggarkan 2022 ini tahapan dimulai 14 Juni 10 persen dari Rp 76,6 triliun itu, 31 sekian persen di tahun 2023. Kemudian di 2024 kita habiskan semua 44 persen, Rp 76,6 triliun,” terang Syamsurizal.

Tinggalkan Komentar