Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Horizon Tawarkan Solusi Platform Digital Logistik Terintegrasi

Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:35 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Horizon - inilah.com
Ilustrasi

Melihat potensi demografi Indonesia dan seiring tren belanja online yang terus tumbuh tentu persoalan logistik di Tanah Air memiliki sejumlah tantangan.

Berdasarkan release laporan terakhir bank dunia terkait Logistics Performance Index (LPI) 2019, Indonesia berada pada urutan ke 46 dengan skor 3.15.

”Tantangan yang dihadapi adalah biaya logistik yang cenderung tinggi, proses tracking and visibility masih terbatas, sulitnya memilih layanan dari provider yang tersedia, hingga proses verifikasi layanan provider terpercaya,” ujar David Daniel Luthen, CEO dan Founder dari Horizon dalam siaran pers yang diterima inilah.com Sabtu (28/05/2022).

Meski demikian, David menyebut bahwa pasar logistik pada 2022 akan tumbuh tipis seperti yang diprediksi Supply Chain Indonesia (SCI).

Baca juga
Kementerian PUPR Rampungkan Perbaikan Jembatan Ngantru di Ngawi, Akses Distribusi Logistik Kembali Terbuka

Horizon sendiri merupakan perusahaan teknologi di bidang supply chain terintegrasi. Terbaru, mereka mengenalkan platform supply chain terintegrasi mencakup Marketplace, Delivery Gateway, Transportation Management System, serta Warehouse Management System.

Platform tersebut menurut David diupayakan untuk bisa menjawab tantangan bisnis baik lokal maupun global. Khususnya, perusahaan yang berfokus pada Delivery Gateway, Transportation Management System (TMS), dan Warehouse Management System (WMS).

”Kami ingin memajukan industri logistik di Indonesia dengan cara menyatukan global supply chain melalui platform terintegrasi. Sehingga memudahkan perusahaan memenuhi kebutuhan logistik dan operasional lebih efisien,” ujarnya.

David menyebut ada fragmentasi yang diakibatkan kesenjangan dalam konektivitas antar pihak. Baik dari para pemain logistik, perusahaan pengguna jasa logistik, serta pemerintah.

Baca juga
Telkomsel Hadirkan Solusi Platform Riset Digital tSurvey

“Fragmentasi ini menimbulkan berbagai masalah. Misalnya kurangnya visibilitas untuk memantau proses logistik yang sedang berlangsung, kurangnya transparansi harga untuk perusahaan para pengguna jasa logistik, hingga kesulitan melakukan perkiraan permintaan pasar. Turut diperparah pandemi COVID-19 dua tahun terakhir serta situasi geopolitik,” beber David.

Untuk itu, David menyebut industri logistik harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Juga, memudahkan layanannya di akses usaha mikro dan UMKM. David percaya masalah fragmentasi dalam dunia supply chain dapat diatasi lewat platform yang mampu menyatukan berbagai pihak di bidang logistik.

”Kami ingin menyatukan pemain logistik, pihak pengguna jasa logistik, serta pemerintah dalam satu digital platform untuk menyelesaikan permasalahan fragmentasi dan permasalahan turunannya,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar