Husin Shahab, Pelapor Greenpeace yang Pernah Nyaleg dari PSI

Ketua Cyber Indonesia Husin Shahab resmi mencabut laporannya terhadap Ketua Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak dan Kiki Taufik terkait kritik atas pidato Presiden Joko Widodo soal deforestasi di KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Laporan ini resmi dicabut setelah Husin mendatangi Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya, pada Senin (15/11/2021).

Dia beralasan keputusan untuk mencabut laporannya terhadap aktivis Greenpeace untuk kepentingan publik karena dia khawatir jika diteruskan akan membuat kegaduhan politik.

“Karena dianggap dengan adanya laporan ini, khawatir akan ada kegaduhan. Oleh karena itu kita berharap dengan pencabutan laporan ini, masalah dengan Greenpeace bisa kita lanjutkan dengan cara diskusi yang akademisi,” kata Husin saat ditemui awak media di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/11/2021).

Selain itu, alasan politik juga menjadi pertimbangannya untuk mencabut laporan tersebut. Sebab dikhawatirkan laporan ini akan dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu.

“Bagaimana kedepan supaya kegaduhan ini tidak semakin membesar, karena banyak yang mempolitisir dengan adanya laporan ini,” bebernya.

Sosok Husin Shahab

Meski laporan ini sudah dicabut, namun banyak pihak yang masih belum tahu siapakah sosok Husin Shahab yang berinisiatif melaporkan aktivis Greenpeace ke Polda Metro Jaya.

Baca juga  Sopir Vanessa Angel Akui Sempat Main Ponsel Sebelum Kecelakaan

Berdasarkan penulusuran yang dikutip dari laman pribadinya, Husin adalah pria kelahiran 26 April 1984 yang lahir di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura. Dia juga merupakan anak dari pasangan Sayid Moh Alwi Shahab dan Syarifah Hikmah Alhinduan.

Husin adalah lulusan Timur Tengah untuk jurusan perbandingan agama dan madzhab. Dia juga lulus dari jurusan fakultas hukum Universitas Pancasila, Jakarta.

Husin dibesarkan dikalangan keluarga yang sadar politik, ayahnya pada zaman orde baru kiprahnya banyak mengkritisi kebijakan Soeharto. Di awal 1960-an ayahnya pernah dipenjara karena mengkritisi kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak adil dan mendiskreditkan golongan timur atau keturunan Arab saat itu. Karena kebijakan itu membuat dagangan ayahnya merosot.

Husin juga pernah tercatat menjadi caleg di Pemilu 2019 yang maju lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). dia tercatat sebagai caleg PSI yang maju di daerah pemilihan Jawa Timur XI pada 2019.

Namun, perjalanannya sebagai caleg di Pemilu 2019 tidak mulus, karena Husin dinonaktifkan oleh PSI pada Desember 2018 sehingga dia gagal untuk bertarung di Pemilu 2019. Alasan pemberhentian Husin, menurut PSI, karena yang bersangkutan melakukan poligami.

Baca juga  Masuk Masjid Istiqlal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

“Berdasarkan rapat pleno DPP PSI, kami memutuskan menonaktifkan Bro Husin dengan alasan telah melanggar nilai-nilai PSI soal penghargaan kepada perempuan,” kata Wasekjen PSI Satia Chandra Wiguna, dilansir situs resmi PSI, 21 Desember 2018.

Husin juga tercatat aktif dalam bidang hukum. Hal ini terlihat beberapa kali dia membuat laporan ke polisi terkait isu-isu terkini atau yang sedang hangat diperbincangkan publik.

Salah satu aksi Husin adalah melaporkan pemilik akun YouTube Joseph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26 dalam videonya. Husin meminta kepolisian menangkap YouTuber itu dengan alasan melakukan penodaan agama.

Husin juga pernah melaporkan Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan ke Polda Metro Jaya. Saat itu, Husin mempermasalahkan pernyataan Haikal soal mimpi bertemu Rasulullah SAW.

Pernah dihujat karena unggah gambar berbau pornografi

Selain dunia hukum dan politik, rekam jejak digital Husin juga tersandung kasus pornografi. Dia tak sengaja kedapatan mengunggah foto yang berbau konten pornografi di akun Twitter pribadinya @HusinShihab.

Awalnya, Husin Shihab men-screenshot foto Ustadz Haikal Hasan, kemudian mengunggahnya di akun Twitter pribadinya.

Dia tak sadar jika video panas dan foto wanita cantik yang ada dalam galeri ponsel Husin Shihab juga ikut ter-screenshot.

Baca juga  Jokowi Pidato COP 26 Deforestasi Menurun, Greenpeace Ungkap Sebaliknya

Hasil screenshot video call tersebut tertera di bawah foto Haikal Hasan yang diunggah di akun @HusinShihab.

Saat meng-upload foto Ustadz Haikal Hasan, mantan caleg PSI ini menuliskan kata-kata yang diduga berisi ujaran kebencian. “Mukanya menakutkan!” tulis Husin.

Tweet Husin langsung dikomentari netizen. Namun, bukan foto Ustadz Haikal Hasan yang dikomentari, melainkan screenshot foto yang tertera di bagian bawah gambar Haikal Hasan.

Beberapa warganet menuding Husin telah menyebarkan pornografi di media sosial. Bahkan ada yang mengancam akan melaporkan Husin ke polisi karena diduga melanggar UU Pornografi dan UU ITE.

Sadar ada konten pornografi yang diunggahnya, Husin pun langsung minta maaf dan memberikan klarifikasi. Bahkan dia juga menghapus tweet tersebut.

“Bro & sis, saya klarifikasi soal foto capture muka Haikal Hassan ini. Tadinya itu ada gambar pornonya. Saya gak tau ternyata saya pakai download otomatis di setitingan WhatsApp dan akhirnya masuk semua video ke galeri tsb tanpa saya cek lagi. Mohon maaf tdk berniat pornografi,” cuit Husin.

Tinggalkan Komentar