Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

ICW Minta KPK Tak ‘Lindungi’ Lili Pintauli

Selasa, 21 Des 2021 - 16:57 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Wakil Ketua Kpk Lili Pintauli Siregar - inilah.com
Wakil Ketua Kpk Lili Pintauli Siregar

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, pantas untuk diproses hukum.

Dugaan komunikasi antara Lili dengan M Syahrial, pihak berperkara di KPK, sudah terbukti berdasarkan persidangan etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK beberapa waktu lalu. Perbuatan itu pun telah dilaporkan ICW ke Bareskrim Polri karena dinilai melanggar hukum.

“Perbuatan itu dilarang berdasarkan Pasal 36 huruf a jo Pasal 65 UU KPK dan memiliki konsekuensi pemidanaan paling lama 5 tahun penjara,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Selasa (21/12/2021).

ICW mendesak KPK untuk tidak lagi melibatkan Lili dalam proses penanganan perkara yang menjerat Eks Penyidik Stepanus Robin Pattuju. Desakan ini diutarakan berdasarkan keterangan Robin yang menyebut bakal membongkar dugaan peran Lili dan Advokat Arief Aceh dalam sengkarut penanganan perkara di lembaga antirasuah.

Baca juga
Anak Buah Kena KPK, Emil Salim Pertanyakan Mendagri Ogah Bahas PEN Daerah

“Ini penting untuk ditegaskan oleh KPK agar proses penanganan perkara itu tidak diwarnai dengan konflik kepentingan,” cetus Kurnia.

Di sisi lain, ICW mengingatkan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri bukan lah pengacara Lili Pintauli. Ini dikarenakan pernyataan Ali yang menepis tudingan Robin seakan terkesan seperti advokat ketimbang juru bicara.

Semestinya keterangan Robin bisa dijadikan permulaan untuk menelusuri dugaan keterlibatan Lili dalam perkara lain.”Maka dari itu, bagi ICW pembelaan KPK kepada Lili itu berlebihan, tidak objektif, dan terlalu dini,” tegasnya.

Atas hal itu, ICW merekomendasikan KPK untuk segera menerbitkan surat perintah penyelidikan apabila Robin mengungkap dugaan keterlibatan Lili dalam perkara lain.

Dalam prosesnya, ICW menilai KPK juga perlu memanggil Arief Aceh untuk menelusuri dugaan tersebut.”Di antaranya yang paling krusial menyangkut seberapa intens komunikasi antara Lili dan Arief Aceh sejak Lili menjabat sebagai Komisioner KPK,” tutur Kurnia.

Baca juga
KPK Beri Skor MCP DKI Jakarta pada 2021 Sebesar 90,01%

“Jika kemudian ada perkara-perkara yang dijadikan bancakan lalu terdapat aliran dana, maka ia dapat dijerat dengan pidana suap dan diberhentikan sebagai Komisioner KPK,” sambungnya.

Tinggalkan Komentar