Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

IHSG Berlanjut Naik, Ini Panduan untuk Saham PTBA, ANTM, dan MNCN

IHSG Berlanjut Naik, Ini Panduan untuk Saham PTBA, ANTM, dan MNCN - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Analis memperkirakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut di sesi kedua perdagangan Selasa (22/3/2022). Inilah panduan untuk saham PTBA, ANTM, dan MNCN.

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG berakhir menguat 0,36% ke level 6.980,09. Investor asing pada perdagangan  tercatat melakukan net buy hingga Rp580,84 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS siang ini berakhir melemah ke level 14.355 dari hari sebelumnya di level 14.338. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) berakhir naik ke level 6,834% dari 6,811% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Komut Prasetio Jelaskan Pergantian Dirut Citilink tak Terkait Masalah Hukum

Pasar tak Terlalu Takut dengan Ancaman Suku Bunga the Fed

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini terlihat mampu tutup menguat sejalan dengan tren penguatan yang juga terlihat pada bursa regional Asia lainnya.

“Investor tampaknya terlihat sudah tidak terlalu takut terhadap ancaman kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih agresif,” katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Selasa (22/3/2022) siang.

Ancaman suku bunga itu merujuk pada pernyataan Presiden The Fed Jerome Powell semalam. Dia menyatakan, The Fed melihat kondisi inflasi AS yang masih cenderung meningkat. Karena itu, kemungkinan perlu kenaikan suku bunga acuan yang lebih agresif daripada kenaikan 25 basis pada FOMC terakhir.

Baca juga
PGN Pasok Gas Bumi ke PT Garam Demi Efisiensi Bahan Bakar

“Penguatan IHSG kali ini sepertinya juga mendapat dukungan dari posisi investor asing yang kembali melakukan net buying terinspirasi oleh pidato Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pondasi ekonomi Indonesia semakin kuat meski adanya ketidakpastian dalam kondisi ekonomi global,” papar Hendry.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam acara Economic Outlook 2022. “Mengacu pada kondisi tersebut, maka tren positif IHSG ini kami perkirakan berpeluang untuk berlanjut di sesi kedua dengan posisi level resistance IHSG kami perkirakan akan berada di level 7.006,” imbuhnya.

Saham-saham Pilihan Sesi Kedua

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

“Saham PTBA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika saham ini mampu terus bergerak diatas level support kritikal 3.170,” ujarnya.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Senin, 11 April 2022

Secara teknikal, support saham ini berada di 3.170 dan resistance 3.480. Rekomendasi speculative buy untuk PTBA di level 3.270-3.320.

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

“Saham ANTM kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika ANTM mampu terus bergerak di atas level support kritikal 2.340,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 2.340 dan resistance di 2.630. Rekomendasi speculative buy untuk ANTM di level 2.460-2.510.

  1. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

“Saham MNCN kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika saham ini mampu terus bergerak di atas level support kritikal 890,” ucapnya.

Secara teknikal, support 890 dan resistance 950. Speculative buy untuk MNCN di level 910-920.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar