Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

IHSG Bertahan Positif Bersama Sembilan Bursa Lain di Tengah Inflasi Global

Rabu, 15 Jun 2022 - 11:11 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
IHSG Bertahan Positif Bersama 9 Bursa Lain di Tengah Inflasi Global - inilah.com
Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penurunan indeks saham tidak hanya terjadi di bursa saham Indonesia, tetapi juga di bursa banyak negara lain di dunia imbas dari tingginya inflasi global. Namun, sejak awal tahun, bursa saham RI relatif bertahan di jalur positif bersama 9 bursa global lainnya.

“Penurunan indeks beberapa waktu terakhir ini, termasuk indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level kembali di bawah 7.000, tidak hanya terjadi di bursa Indonesia saja,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BEI Hasan Fawzi di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Dari hampir 40 bursa utama dunia, lanjut Hasan, secara tahunan (year to date) hanya ada 10 bursa yang menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk bursa Indonesia, yaitu IHSG masih tumbuh lebih dari 6 persen.

Baca juga
Strategi Lima Saham Saat IHSG Bertengger di Zona Netral

Menurut Hasan, penurunan indeks tersebut dipicu oleh beberapa faktor terutama kenaikan harga-harga komoditas dunia yang dipicu salah satunya oleh ketidakpastian yang ditimbulkan akibat perang Ukraina dan Rusia.

“Efek berikutnya memicu tingkat inflasi yang tinggi di hampir seluruh negara di dunia yang pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran pada investor bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga secara agresif,” ujar Hasan

Terkait dengan IHSG, Hasan menilai pertumbuhan IHSG yang masih positif menunjukkan optimisme pasar terhadap potensi pasar modal dan perekonomian Indonesia.

Sebagai regulator, BEI akan berusaha memastikan mekanisme pasar berlangsung dengan teratur, wajar dan efisien, keterbukaan informasi dan menyampaikan informasi secara simetris dan berimbang kepada pelaku pasar dan investor.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 22 Maret 2022

Dengan demikian, ia berharap investor tidak panik, tidak bereaksi berlebihan, dan tetap memantau perkembangan pasar dan kondisi perusahaan-perusahaan tercatat.

“Koreksi dalam di pasar saham tentunya bukan kali pertama ini terjadi, sehingga kami meyakini dengan crisis management protocol yang kami miliki serta dukungan maupun koordinasi kebijakan antara Pemerintah, Bank Indonesia dan OJK, dampak negatif dan risiko yang mungkin terjadi dapat dimitigasi dengan baik,” kata Hasan.

Pada Selasa (14/6) kemarin, IHSG ditutup menguat kembali ke atas level psikologis 7.000. IHSG ditutup menguat 54,44 poin atau 0,78 persen ke posisi 7.049,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,4 poin atau 0,93 persen ke posisi 1.019,53

Tinggalkan Komentar