Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

IHSG dalam Tren Turun di Dua Hari Terakhir Jelang Libur Lebaran

IHSG dalam Tren Menurun di Dua Hari Terakhir Jelang Libur Lebaran - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menurun dalam dua hari terakhir menjelang libur panjang Idulfitri pada 29 April hingga 6 Mei 2022. Tiga saham tersaji sebagai bahan pertimbangan.

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini IHSG berakhir melemah 0,77% ke level 7.176,59. Investor asing tercatat melakukan net buy hingga Rp69,32 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS siang ini berakhir melemah ke level 14.415 ketimbang hari sebelumnya di level 14.410. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) berakhir turun ke level 7,098% dari 7,123% pada hari sebelumnya.

Baca juga
Uji Kelayakan di DPR, Inarno Bidik 1.100 Perusahaan IPO pada 2027

Faktor Libur, Perlambatan Ekonomi AS, dan COVID-19 di China

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG kembali berakhir melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini mengikuti tren pelemahan signifikan bursa AS semalam. “Volume perdagangan IHSG juga terlihat berada dalam tren menurun karena terpengaruh oleh kondisi menjelang libur panjang Idulfitri,”katanya dalam riset yang rilis di Jakarta, Rabu (27/4/2022) siang.

Pelemahan bursa AS semalam tampaknya akibat kekhawatiran akan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang membuat prospek earning season di AS cenderung negatif. “Potensi perlambatan ekonomi tersebut karena kondisi inflasi AS yang masih cenderung tinggi,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat The Fed akan lebih agresif dalam menaikkan suku buga acuannya nanti.

Baca juga
Tren Investasi Bisnis Hijau, BNI Ekspansi Kredit Korporasi Rp6,1 Triliun

Secara teknikal, Hendry memperkirakan IHSG berpotensi bergerak bearish pekan ini meski IHSG masih terlihat berusaha bertahan di atas 7.148. “Namun, tren volume perdagangan terlihat menurun,” tuturnya.

Apalagi, dengan kuatnya sentimen negatif dari eskternal terutama dari AS dan kasus COVID-19 yang masih tinggi di China. “Berbagai kondisi tersebut membuat IHSG berpotensi bergerak dalam tren menurun dalam 2 hari terakhir menjelang libur panjang Idulfitri pada 29 April hingga 6 Mei 2022,” papar dia.

Pilihan Saham Saat IHSG dalam Tren Turun

Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal dalam transaksi saham di sesi kedua perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

“Saham ANTM kami perkirakan berpeluang untuk menglami technical rebound terutama jika ANTM mampu terus bergerak diatas level support kritikal 2.410,” tuturnya.

Secara teknikal, support saham ini berada di 2.410 dan resistance di 2.820. Rekomendasi speculative buy untuk saham ANTM di level 2.500-2.590.

  1. PT Timah Tbk (TINS)
Baca juga
Bangun Pabrik Aluminium Remelt, Inalum Targetkan Beroperasi Desember

“Saham TINS kami perkirakan berpeluang untuk mengalami technical rebound terutama jika saham ini mampu terus bergerak di atas level support kritikal 1.760,” ujarnya.

Secara teknikal, support berada di 1.760 dan resistance 2.050. Rekomendasi speculative buy untuk saham TINS di level 1.820-1.855.

  1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

“Saham MDKA kami perkirakan berpeluang untuk mengalami technical rebound terutama jika MDKA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 4.810,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 4.810 dan resistance di 5.700. Rekomendasi speculative buy untuk saham MDKA di level 5.050-5.200.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar