Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

IHSG di Zona Hijau, Waspadai Profit Taking di Saham-saham Batu Bara

Jumat, 24 Des 2021 - 10:42 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Tampilan platform trading Indopremier Sekuritas

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan melanjutkan penguatan seiring positifnya sentimen global dan beberapa harga komoditas. Namun, pelaku pasar disarankan mewaspadai aksi realisasi untung di saham-saham batu bara.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (24/12/2021) hingga pukul 10.20 WIB, IHSG melaju positif 17,122 poin (0,26%) ke posisi 6.573,673. Angka terendahnya di posisi 6.559,089 dan tertingginya di 6.579,102 dari posisi pembukaan di angka positif 6.559,089.

Kepala Riset PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang memperkirakan, perdagangan di Bursa Indonesia mulai sepi Jumat ini karena sebagian besar investor sudah mulai mengambil liburan Natal. Selain itu, terjadi kombinasi sentimen dari penguatan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang menguat di hari ketiga sebesar 0,55% disertai penguatan harga beberapa komoditas, seperti minyak 0,83%, emas 0,25% dan Crude Palm Oil alias CPO 0,69%.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 6 Juli 2022

Laju IHSG diperkirakan Edwin berpeluang untuk melanjutkan penguatannya dalam kisaran support 6.512 dan resisten 6.607. “Waspadai aksi profit taking lanjutan di saham berbasis batu bara menyusul kembali turunnya harga batu bara sebesar 4,03% semalam,” ucapnya dalam riset dikutip Jumat.

Edwin merekomendasikan beli saham AKRA, MDKA, ASII, CPIN, EMTK, BSDE, UNTR, BBRI, ICBP, dan SRTG dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Sem Susilo mengatakan, pada hari ini sebagian bursa global tutup karena libur Natal. “Risiko BEI terbatas dan terbuka potensi bullish. Sebab, sudah sangat banyak saham sehat yang salah harga,” ujarnya.

Baca juga
Emas Jadi Pelarian Investor di Tengah Krisis Ukraina

Kondisi ini, lanjut Sem, tentu menjadi incaran akumulasi investor. “Untuk hari ini belum ada rekomendasi saham baru,” imbuhnya.

Sebanyak 265 saham menguat, 258 saham melemah, 200 saham stagnan, dan 162 saham tidak ditransaksikan.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp3,1 triliun dan Rp140,9 miliar di pasar negosiasi sehingga total transaksi mencapai Rp3,24 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp394,4 miliar dan penjualan saham senilai Rp329,4 miliar. Alhasil, asing masih mencatatkan pembelian bersih senilai Rp65,1 miliar.

Tinggalkan Komentar