Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

IHSG Ditutup Letoi, Lonceng Krisis Makin Nyaring

Rabu, 06 Jul 2022 - 20:31 WIB
IHSG Ditutup Letoi, Lonceng Krisis Makin Nyaring
IHSG melemah, siap-siap. (Bareksa).

Masuk tahun pagebluk ekonomi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (6/7/2022), ditutup melemah. Waspadalah, krisis ekonomi semakin terang benderang.

IHSG ditutup melemah 56,86 poin atau 0,85 persen ke posisi 6.646,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,97 poin atau 1,04 persen ke posisi 947,15.

Namun jangan lantas menyebut Indonesia telah alami resesi ekonomi. Pelemahan ini juga terjadi di sejumlah bursa di Asia. “Melemahnya mayoritas indeks saham bursa Asia seiring dengan kekhawatiran investor terhadap terjadinya risiko resesi ekonomi secara global, menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas, M Julian Fadil di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Selain itu, terkoreksinya harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah, dan emas, menjadi katalis negatif bagi IHSG. Dibuka melemah, IHSG terlihat terus berkutat di di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Sesi dua pun sami mawon. IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Baca juga
Kamrussamad Ingatkan Sri Mulyani, Jangan Remehkan Resesi Ekonomi

Saham-saham unggulan alias bluechips yang masuk indeks LQ45, ikutan melemah. Hanya segelintir yang masih menguat, yakni BBCA, TLKM, CPIN, AMRT, ICBP. Sedangkan saham-saham yang boncos antara lain GOTO, ASII, MDKA, BMRI, UNTR.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,43 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi masing-masing minus 1,17 persen dan minus 1,05 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,78 persen dan 0,53 persen. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.003.763 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,58 miliar lembar saham, senilai Rp10,63 triliun.

Baca juga
Bakal Ditutup Menko Airlangga Hartarto, Inilah Kinerja IHSG 2021

Sebanyak 193 saham mengalami kenaikan. Sedangkan 335 saham malah anjlok, sisanya yang 153 tidak bergerak alias stagnant. Perkembangan sejumlah bursa saham dunia, di regional Asia pada Rabu sore,terjun bebas. Misalnya, indeks Nikkei melemah 315,82 poin atau 1,2 persen ke 26.107,65. Sedangkan, Hang Seng turun 266,41 poin atau 1,22 persen ke 21.586,66. Dan, indeks Straits Times terkoreksi 2,07 poin, atau 0,07 persen ke 3.102,04.

Tinggalkan Komentar