Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

IHSG Gagah Perkasa 6.665 di Hari Pertama Perdagangan 2022

Senin, 03 Jan 2022 - 15:50 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Whatsapp Image 2022 01 03 At 15.47.26 - inilah.com
Tampilan platform trading Indopremier Sekuritas. Foto: Inilah.com/Munjin

Pada sesi kedua perdagangan Senin (3/1/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 83,826 poin (1,27%) ke posisi 6.665,308. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks mencapai level tertingginya di angka 6.677,199 atau menguat 95,717 poin dan terendahnya di angka 6.586,133 atau menguat 4,651 poin dari posisi pembukaan di posisi 6.586,260.

Pengamat pasar modal Sem Susilo mengatakan, penguatan IHSG hari ini dipicu oleh faktor window dressing yang sempat tertunda di mana hal itu tidak terjadi pada pekan-pekan terakhir di Desember 2021. Selebihnya, dia melihat tahun ini bursa saham domestik dikepung multikatalis positif.

“Salah satunya adalah sentimen korona yang super terkendali,” ujarnya kepada INILAHCOM, dalam keterangan tertulis dikutip Senin (3/1/2022).

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa, 15 Februari 2022

“Sentimen positif lainnya adalah insentif pajak properti dan otomotif yang berlanjut di 2022 ini,” ujarnya.

Katalis lainnya, menurut pengasuh komunitas Saham Pemenang ini adalah revisi Undang-undang Cipta Kerja, tax amnesty jilid II, dan super banyak saham sehat murah meriah serta harga-harga komoditas yang diharapkan tetap kuat.

Hal penting yang perlu dipantau, pertama adalah bursa Amerika. Sebab, secara teknikal dan valuasi sudah cukup tinggi.

“Dow Jones masih menjadi acuan utama yang berdampak pada pasar global. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah pengendalian korona luar negeri, khususnya barat,” imbuhnya.

Sebanyak 362 saham menguat, 241 saham melemah, 168 saham stagnan, dan 117 saham tidak ditransaksikan.

Baca juga
Jurus Cuan Saham dalam Kondisi Kepanikan

Nilai transaksi sepanjang perdagangan hari ini mencapai Rp8,81 triliun di pasar reguler dan Rp986,5 miliar di pasar negosiasi. Total transaksi mencapai Rp9,82 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,34 triliun dan penjualan saham senilai Rp2 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih alias net foreingn buy senilai Rp344,7 miliar.

Tinggalkan Komentar