Kamis, 29 September 2022
03 Rabi'ul Awwal 1444

IHSG Parkir Tipis di Zona Hijau Jelang Keputusan The Fed dan BI

Selasa, 20 Sep 2022 - 17:54 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
IHSG Parkir Tipis di Zona Hijau Jelang Keputusan The Fed dan BI - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Pelaku pasar saham menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pun pada Selasa sore berakhir menguat tipis.

IHSG ditutup menguat 1,46 poin atau 0,02 persen ke posisi 7.196,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,34 persen ke posisi 1.028,21.

“Penguatan indeks bursa Wall Street dan bursa regional Asia seiring dengan pelaku pasar yang optimis dalam rapat keputusan The Fed akan menekan inflasi yang melanjutkan tren penurunan, menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Dari dalam negeri, lanjut Julian, pelaku pasar menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 29 Juni 2022

Di sisi lain, penguatan harga komoditas seperti nikel, batu bara, gas alam, dan timah menjadi katalis positif bagi IHSG.

Dibuka menguat, IHSG mayoritas bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik paling dalam yaitu minus 1,04 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,99 persen dan minus 0,63 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,36 persen.

Baca juga
Inilah Saham Pilihan Saat IHSG Menanjak ke 7.550 di Akhir Tahun

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT Astrindo Nusantara Infrasruktur Tbk (BIPI), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), dan PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES).

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,9 miliar lembar saham senilai Rp13,28 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 328 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Baca juga
Berharap Sesuatu yang Baik Terjadi di Hari Terakhir Perdagangan Saham 2021

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 120,77 poin atau 0,44 persen ke 27.688,42, indeks Hang Seng naik 215,45 poin atau 1,16 persen ke 18.781,42, dan indeks Straits Times meningkat 10,63 poin atau 0,33 persen ke 3.266,94.

Tinggalkan Komentar