Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

IHSG Terhempas Perang Rusia-Ukraina, Tiga Saham Pilihan untuk Sesi Kedua

IHSG Terhempas Perang Rusia-Ukraina, Tiga Saham Pilihan Sesi Kedua - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Hingga penutupan perdagangan sore nanti, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal melanjutkan tren pelemahannya. Ini lantaran sentimen negatif dari meletusnya perang Rusia-Ukraina.

Perang tersebut telah membuat harga minyak dunia tembus US$100 per barel. Namun, ada tiga saham justru mendapat rekomendasi positif. Apa saja?

Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini IHSG tutup melemah 1,63% ke level 6.807,44. Investor asing tercatat melakukan net buy hingga Rp587,99 miliar di pasar reguler.

Adapun 5 saham yang paling banyak asing beli adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sedangkan 5 saham yang ramai asing jual adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Baca juga
Mendag: Jutaan Liter Minyak Goreng Raib di Jakarta-Medan-Surabaya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS siang ini tutup melemah ke level 14.378 dari hari sebelumnya di level 14.335. Sementara yield Surat Utang Negara (tenor 10 tahun) tutup naik ke level 6.609% dari 6.593% pada hari sebelumnya.

Hendry Andrean, analis riset OCBC Sekuritas mengatakan, IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini tutup melemah cukup signifikan hingga lebih dari 1 persen. “Ini sejalan dengan tren pelemahan bursa regional Asia lainnya dengan besaran pelemahan yang juga cukup signifikan,” katanya dalam kajian yang rilis di Jakarta, Kamis (24/2/2022) siang.

Rusia Nyatakan Perang

Kondisi ini, kata dia, terpicu oleh pidato terakhir Presiden Russia, Vladimir Putin yang memberikan otorisasi untuk mulai operasi militer terhadap Ukraina. “Beberapa menit kemudian setelah pidato tersebut, Ibu Kota Ukraina, Kyiv langsung mengalami ledakan yang kemudian dikonfirmasi oleh Ukraina bahwa ledakan tersebut berasal dari serangan rudal balistik,” papar dia.

Baca juga
Pandemi COVID-19 Berhasil Ditekuk, Menko Airlangga Yakin Ekonomi 2022 Lompat di Atas 5 Persen

Invasi Russia terhadap Ukraina tersebut pada akhirnya membuat harga minyak dunia meningkat signifikan. Harga minyak brent melesat 2,85% menjadi US$100,07 per barel. Selain harga minyak, harga emas juga terlihat mengalami penguatan signifikan hingga lebih dari 1%.

Arah IHSG di Sesi Kedua

Mengacu pada sentimen negatif dari invasi Russia terhadap Ukraina tersebut, Hendry memperkirakan, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan tren pelemahannya di sesi kedua.

“IHSG kami perkirakan berpeluang untuk menguji level support 6.780 pada perdagangan sesi kedua Kamis ini,” tuturnya.

Saham-saham Pilihan di Sesi Kedua

Di atas semua itu, Hendry menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal di sesi kedua. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

“Saham ADRO kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika ADRO mampu terus bergerak di atas level support kritikal 2.300,” ujarnya.

Baca juga
Penyelamatan Garuda, Kementerian BUMN Perjuangkan Negosiasi dengan Lessor

Secara teknikal, support berada di 2.300 dan resistance 2.560. Rekomendasi speculative buy untuk ADRO di level 2.350-2.380.

  1. PT Elnusa Tbk (ELSA)

“Saham ELSA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika ELSA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 304,” tuturnya.

Secara teknikal, support berada di 304 dan resistance 342. Rekomendasi speculative buy untuk saham ELSA di level 310-314.

  1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

“Saham AKRA kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam tren menguat terutama jika AKRA mampu terus bergerak di atas level support kritikal 735,” ucap dia.

Secara teknikal, support berada di 735 dan resistance 810. Rekomendasi speculative buy untuk saham AKRA di level 745-755.

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar