Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

IHSG Tersungkur 4 Persen Respons Kenaikan Suku Bunga The Fed

IHSG Tersungkur 4 Persen Respons Kenaikan Suku Bunga The Fed - inilah.com
Foto: Inilahcom/Didik Setiawan

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) usai libur panjang Lebaran mengalami pelemahan tajam. Indeks tertekan sentiment negatif dari kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (9/5/2022) hingga pukul 10.05 WIB, IHSG jatuh 285,525 poin (3,95%) ke posisi 6.943,389. Angka tertingginya di 7.156,484 atau melemah 72,430 poin dan terendahnya di 6.938,749 atau melemah 290,165 poin atau 4% dari posisi sebelum Lebaran di 7.228,914. Sementara investor asing mencatatkan penjualan saham bersih senilai Rp1,26 triliun.

Pada sesi pembukaan, IHSG melemah 74 poin atau 1,02 persen ke posisi 7.154,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 18,17 poin atau 1,67 persen ke posisi 1.067,27.

“Pergerakan IHSG pada awal perdagangan Mei (9/5) diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri di mana IHSG kemungkinan besar akan melakukan penyesuaian selama liburan, salah satunya koreksi akibat kenaikan Fed Fund Rate (FFR),” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Baca juga
Pertamax Naik, Ini Tips Agar Mobil Anda Irit BBM

Pelaku pasar turut berfokus pada respons dari Bank Indonesia terhadap keputusan The Fed, dengan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga 25 basis poin.

Adapun, data inflasi diperkirakan rilis setelah Hari Raya Idul Fitri dan diperkirakan akan menjadi dasar bagi kebijakan BI ke depan. IHSG sudah diprediksi berpeluang bergerak melemah. Namun, perkiraan tersebut tak setajam pelemahan indeks saham domestik kali ini. Lantaran, peneropongan analis, pelemahan indeks hanya berada dalam kisaran 7.165 hingga 7.251.

Indeks utama Wall Street memperpanjang pelemahan pada perdagangan akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran investor terhadap sikap agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi. Adapun, The Fed telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (FFR) sebesar 50 bps pada pekan lalu.

Baca juga
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rekomendasi Tiga Saham untuk Perdagangan Sesi Kedua

Investor juga mencermati proyeksi konsensus yang memperkirakan kenaikan suku bunga acuan FFR sebesar 75 basis poin pada pertemuan Juni mendatang.

Namun, Departmen Tenaga Kerja AS mencatat data ketenagakerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls meningkat 428.000 pekerjaan pada April dibandingkan konsensus 391.000 pekerjaan.

Hal itu menggarisbawahi fundamental ekonomi yang kuat, meskipun ada kontraksi dalam produk domestik bruto pada kuartal pertama.

Di sisi lain, tingkat pengangguran tetap tidak berubah di level 3,6 persen. Fokus tertuju pada rilis data inflasi indeks harga konsumen (IHK) bulanan AS pada Rabu (11/5/2022).

Dari Eropa, indeks ritel mencapai level terendah dalam dua tahun terakhir, setelah serangkaian laporan pendapatan yang lemah seiring dampak dari lonjakan inflasi, perang Ukraina, dan lockdown baru di China.

Baca juga
Oleh-oleh KTT G20, Presiden Jokowi Bawa Pulang Investasi Inggris Rp130 Triliun

Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada awal Juli, menyusul data inflasi Uni Eropa (UE) yang mencapai level tertinggi baru-baru ini. Sementara itu, peringatan resesi dari Bank of England (BOE) turut membebani pergerakan saham.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 547,45 poin atau 2,03 persen ke 26.456,11, indeks Shanghai naik 8,04 poin atau 0,27 persen ke 3.009,6, dan indeks Straits Times terkoreksi 3,39 poin atau 0,1 persen ke 3.228,5.

Tinggalkan Komentar