Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

IHSG Tiarap karena Sentimen Negatif Rilis Data Ekonomi AS

IHSG Tiarap karena Sentimen Negatif Rilis Data Ekonomi AS- inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Di tengah beragamnya pergerakan bursa saham kawasan Asia, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir terkoreksi. Pelaku pasar berekspektasi atas agresifnya potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, the Fed.

IHSG ditutup melemah 47,15 poin atau 0,67 persen ke posisi 7.002,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 8,52 poin atau 0,83 persen ke posisi 1.017,67.

“Indeks saham di Asia sore ini ditutup variatif dengan kecenderungan turun setelah rilis data ekonomi AS terkini, terutama data pasar tenaga kerja, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve akan lebih agresif dalam mengambil langkah untuk menekan lonjakan inflasi,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Baca juga
Otorita IKN Pungut Pajak, Ekonom Sebut Langgar Konstitusi Bisa Masuk Bui

Jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran (initial jobless claims) minggu lalu turun menjadi 187.000 klaim, terendah sejak September 1969 dan di bawah ekspektasi yang sebesar 212.000 klaim.

Meskipun data tentang permintaan barang-barang tahan lama (durable goods orders) untuk Februari secara tak terduga mencatatkan penurunan untuk pertama kali dalam tiga bulan terakhir.

Serangkaian rilis data ekonomi AS terkini serta komentar baru-baru ini dari sejumlah petinggi Federal Reserve (The Fed) telah memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan lebih dari 25 basis poin pada pertemuan kebijakan mereka pada Mei mendatang.

Investor juga terus memantau perkembangan dari konflik antara Rusia dan Ukrania. Para pemimpin negara-negara barat berkumpul di Brussels dan sepakat untuk memperkuat pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa Timur, menambah bantuan militer untuk Ukraina, dan memperketat sanksi atas Rusia.

Baca juga
IHSG Loyo Respons Perang Rusia-Ukraina dan Pengetatan Moneter AS

Dibuka menguat, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori positif sampai akhir perdagangan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 1,64 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen nonprimer masing-masing turun 1,17 persen dan 1,06 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik sebesar 0,88 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,21 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp820,6 miliar.

Baca juga
Dow Jones dan Harga Komoditas Kompak Dukung Penguatan IHSG

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.227.902 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,3 miliar lembar saham senilai Rp13,67 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 330 saham menurun, dan 186 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 39,45 poin atau 0,14 persen ke 28.149,84, Indeks Hang Seng turun 541,07 poin atau 2,47 persen ke 21.404,88, dan Straits Times meningkat 11,6 poin atau 0,34 persen ke 3.411,3.

Tinggalkan Komentar