Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

IKN Nusantara Seluas 256 Hektare, 80% Hutan Kota

Rabu, 02 Feb 2022 - 14:30 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Luas IKN 256 hektare 80% hutan kota
Menteri PPN Suharso Monoarfa Mengunjungi KPK

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan dibangun di atas tanah seluas 256 ribu hektare dan 80%-nya akan menjadi hutan kota.

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa saat mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk agenda supervisi.

“Kami juga menyampaikan luas wilayah yang akan dibangun sekitar 199 ribu hektare sebagai pengembangan kemudian 56 ribuan hektare sebagai kawasan ibu kota negaranya sendiri dan 6.700 hektare kawasan inti, total semua adalah 256 ribu hektare,” kata Suharso di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Dia menjelaskan, diperkirakan seluas 20 persen akan dibangun ibu kota negara. Sementara 80 persen lainnya akan dibiarkan menjadi hutan kota.”Sehingga wilayah NKRI adalah wilayah menjadi forest, kota hutan,” ujar Suharso.

Baca juga
Wahai Pajabat, Jaga Mulut!

Ketua Umum Partai Perstuan Pembangunan (PPP) ini juga mengklaim, pembangunan IKN diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Karena ekonomi Indonesia sebagian besar adalah di wilayah Jawa.

“Ibu kota negara yang akan datang adalah ibu kota negara yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan masa depan terkait emisi. Karena pada tahun 2060 Indonesia mencanangkan untuk mencapai niat dan kemudian juga bagaimana kita tidak hanya sekedar pindah, tetapi cara-cara kerja baru akan kita kenal-kan di sana, cara-cara kerja yang selama ini kerja yang saat itu menjadi kerja kerja yang kolektif kolegial,” tegas Suharso.

Baca juga
Subsidi Pertamax Bisa Menjadi Solusi Penghapusan Premium dan Pertalite

KPK hari ini menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa guna membahas proteksi anggaran pemindahan dan pembangunan IKN Nusantara. Agar dalam prosesnya, tidak ada penyalahgunaan anggaran.

Tinggalkan Komentar