Ikut Vaksin Luar Negeri, WNA dan WNI Bisa Daftar di PeduliLindungi

Ikut Vaksin Luar Negeri, WNA dan WNI Bisa Daftar di PeduliLindungi  - inilah.com
istimewa

Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendapatkan vaksinasi covid-19 di luar negeri kini bisa mendaftar di aplikasi PeduliLindungi.

Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji menjelaskan hal tersebut dalam peluncuran fitur baru di aplikasi PeduliLindungi.

“WNI dan WNA bisa mengakses PeduliLindungi walaupun sertifikat vaksinnya bukan diperoleh di Indonesia. Ini dalam rangka memudahkan verifikasi,” papar Setiaji saat temu media virtual, Jakarta, baru-baru ini.

WNI dan WNA bisa mendaftarkan atau mengajukan verifikasi terlebih dahulu di laman vaksinln.dto.kemkes.go.id.

Saat mendaftar para WNI dan WNA diminta data personal hingga jenis vaksin yang digunakan. Selanjutnya, Kemenkes akan melakukan verifikasi data.

Baca juga  Prihatin Pelecehan Seksual Terjadi Dalam Lingkungan KPI

“Hasilnya akan dikonfirmasi melalui email yang sudah didaftarkan di website tersebut, kurang lebih maksimal tiga hari kerja,” katanya.

Berikut adalah alur untuk mendapatkan kartu verifikasi antara lain:

1.Melakukan pendaftaran dan ajukan verifikasi melalui https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/in

2.Data Individu dan Vaksinasi akan diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan (bagi WNI) dan oleh masing-masing kedutaan (bagi WNA).

3.Hasil verifikasi akan dikonfirmasi melalui email.

4.Daftar dan Login di aplikasi PeduliLindungi, lengkapi akun sesuai data untuk mengaktifkan Status Vaksinasi : Mendapatkan Kartu Verifikiyaasi Vaksinasi masuk ke web Pedulilindungi.id, pilih menu Cek Sertifikat dan lengkapi data.

5.Buka aplikasi PeduliLindungi dan pilih Scan QR Code untuk check in.

Baca juga  Relawan Jokowi, Dulu Sama-sama Berjuang Kini Sibuk Nyerang

Dengan adanya fitur ini diharapkan WNI maupun WNA yang vaksinasi di luar negeri bisa termudahkan dalam memperlancar akomodasi ke fasilitas publik dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Juga kita bisa memastikan bahwa yang melakukan pergerakan mobilitas di Indonesia bisa terjaga secara protokol kesehatan maupun juga secara skrining,” tutur Setiaji.

Tinggalkan Komentar