Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.comnewsIM Cawapres SBY Jangan Wahabi NU Saja

IM Cawapres SBY Jangan Wahabi NU Saja

Olehinilah
Sabtu, 2 Mei 2009 - 15:22 WIB
Share

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

INILAH.COM, Jakarta - Para ulama yang tergabung dalam Ikhwanul Muballighin (IM) menyatakan dukungan mereka kepada SBY sebagai capres. Mereka membentuk relawan untuk menyukseskan pencalonan kembali SBY sebagai presiden yang akan bergerak di kalangan ulama dan umat.

"Kami menilai kinerja Pak SBY selama menjadi presiden cukup baik dan kami mendukung agar beliau bisa melanjutkan program-programnya," kata Ketua Umum IM, KH Mudjib Khudlori di sela-sela acara Konsolidasi Nasional Ulama Aswaja untuk Sukses Pilpres 2009 di Jakarta, Sabtu (2/5).

Menurut Mudjib, jika SBY tidak terpilih maka penggantinya belum tentu akan melanjutkan program-program pemerintah yang lalu. Sebab kebiasaan di Indonesia, kata dia, ganti orang ganti kebijakan.

Padahal, kepemimpinan SBY selama lima tahun belakangan cukup berhasil, terutama dalam pemberantasan korupsi. "Memang ada kekurangan. Tapi, pada umumnya SBY cukup berhasil," jelasnya.

Terkait calon wakil presiden pasangan SBY, para ulama aliran ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) itu berharap bukan dari kalangan penganut paham Wahabi. Menurut Mudjib, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat mempersatukan semua kelompok dan golongan.

"Siapa pun yang dipilih Pak SBY kita dukung, asalkan bukan dari kalangan Wahabi. Syukur- syukur kalau yang dipilih dari kalangan nahdliyin (sebutan untuk warga NU)," katanya.

Dikatakannya, banyak tokoh dari kalangan Aswaja yang layak mendampingi SBY, misalnya Muhaimin Iskandar dan Muhammad Lukman Edy.

IM menghimpun para ulama penganut paham Aswaja. Kepengurusannya tersebar di 30 provinsi dan 360 kota/kabupaten se-Indonesia. Pada awalnya, IM merupakan organisasi sayap PPP, namun kemudian memisahkan diri karena alasan ingin memperluas jangkauan dakwah. [*/ana]

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com