Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Imam Shamsi Ali: Apa Kalau Memilih Jokowi Harus Jadi Penista Islam?

Imam Shamsi Ali
Imam Shamsi Ali (foto Times)

Imam Masjid New York, Shamsi Ali mempertanyakan apakah jika memilih atau mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menjadi penista agama Islam?

Pertanyaan itu terkait dengan pernyataan Saifudin Ibrahim yang mengaku sebagai pendukung Jokowi dan pendukung NKRI dalam video terbarunya.

Ini harusnya semakin menampar muka pemerintah. Apa kalau memilih pak Jokowi harus jadi penista Islam? Dengan pernyataan dia seolah mengatakan membela Jokowi itu harus memerangi Islam dan Umat Islam,” tulisnya melalui akun Twitter @ShamsiAli2.

Karena itu dirinya geram dengan sejumlah pernyataan yang dilontarkan pendeta Saifudin tersebut. Terlebih lagi dengan ungkapan-ungkapan yang memicu konflik dan berpotensi memecah belah antarumat beragama.

Baca juga
Siasat Pemerintah Hidupkan Bandara Kertajati yang Mati Suri

Ini Keterlaluan dan harus secara ditangkap. Bagaimana di sisi lain demi keamanan, ketentraman sebagian ustadz dituduh radikal, tapi ada yang sengaja memecah belah tdk ditangkap? Kemenag harus merekomendasikan ditangkap,” lanjutnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial yakni seorang pria bernama Saifudin Ibrahim meminta agar Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Alquran.

Alasannya, 300 ayat Alquran itu menjadi sumber ajaran radikal. Tak cukup sampai di situ, Saifudin juga menilai sumber paham terorisme itu berasal dari pesantren sehingga memunculkan kader-kader teroris.

Ia juga menyinggung soal aturan tentang volume azan yang ramai diberitakan. Dengan tegas ia mendukung aturan Menag soal volume azan dan menegaskan bahwa urusan volume azan merupakan tugas menteri agama.

Baca juga
Kans Anies-Ridwan di Jabar Kuat, Kelemahannya Tak Ada Parpol

Kemudian dalam video berikutnya, pendeta Saifudin menyampaikan kekecewaannya terhadap Menkopolhukam Mahfud MD. Ia menilai seharusnya Mahfud MD tidak merespon videonya karena dia menyampaikan permintaan menghapus 300 ayat Alquran itu kepada Menteri Agama.

“Saya pendukung Jokowi saya pendukung NKRI. Saya senang dengan undang-undang Pancasila, artinya Pancasila ini lebih bagus dari kitab dari Arab itu. Memang kenapa saya ngomong begitu? Karena memang bisa dibuktikan,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar