Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Imbal Hasil Negatif di Bursa AS Justru Jadi Berkah di BEI

Imbal Hasil Negatif di Bursa AS Justru Jadi Berkah di BEI - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (23/2/2022) berpeluang melemah dalam kisaran 6.803-6.899 seiring ekskalasi Rusia-Ukraina. Namun beberapa saham komoditas bakal jadi perburuan seiring capital inflow akibat imbal hasil negatif di bursa AS. Seperti apa?

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, terjadinya eskalasi tensi geopolitik di Ukraina dan antisipasi menjelang kenaikan suku bunga acuan the Fed atau FFR di awal Maret 2022 menjadi faktor Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali turun di hari ke-4 sebesar 1,42%.

“Jika dikombinasikan kejatuhan Indeks DJIA dengan turunnya iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) sebesar 0,08% serta jatuhnya harga beberapa komoditas berpotensi menjadi sentimen negatif pendorong turun IHSG dalam perdagangan Rabu ini,” katanya dalam kajian yang rilis di Jakarta, Rabu (23/2/2022) pagi.

Baca juga
Liverpool vs Benfica: Unggul Agregat 6-4, The Reds Lolos ke Semifinal

Harga minyak turun sebesar 1,79% dan emas melemah 0,25%.

Di lain pihak, saham berbasis komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), nikel dan timah kembali akan banyak diburu investor. Ini menyusul kembali naiknya harga komoditas tersebut di tengah terus mengalirnya capital inflow ke Bursa Indonesia.

“Ini gara-gara negatif return atau imbal hasil yang terjadi di bursa AS,” ungkap dia.

IHSG berpeluang melemah dalam kisaran support 6.803 dan resistance 6.899.

Saham-saham Pilihan MNC Sekuritas

Di atas semua itu, Edwin menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam kisaran suport 2.070 dan resistance 2.290. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 2.180 dengan target harga di 2.290 dan stop-loss di 2.070.
  2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dalam kisaran support 1.980 dan resistance 2.180. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 2.080 dengan target harga di 2.180 dan stop-loss di 1.980.
  3. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dalam kisaran support 5.525 dan resistance 6.100. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 5.825 dengan target harga di 6.100 dan stop-loss di 5.525.
  4. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dalam kisaran support 5.700 dan resistance 6.300. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 6.000 dengan target harga di 6.300 dan stop-loss di 5.700.
  5. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dalam kisaran support 4.370 dan resistance 4.830. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 4.600 dengan target harga di 4.830 dan stop-loss di 4.370.
  6. Rekomendasi beli juga berlaku untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT. Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Baca juga
Cegah Kerumunan, BI Buka Pendaftaran Penukaran Uang Tunai Lewat Aplikasi PINTAR

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar