Minggu, 04 Desember 2022
10 Jumadil Awwal 1444

IMF Sarankan Bank Sentral di Asia Segera Naikkan Suku Bunga

Jumat, 29 Jul 2022 - 17:05 WIB
IMF Sarankan Bank Sentral di Asia Segera Naikkan Suku Bunga
IMF/Foto:ist

International Monetary Fund atau IMF menyarankan berbagai bank sentral di Asia untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dorongan IMF ini sebagai dampak melonjaknya harga makanan dan bahan bakar akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

“Tekanan inflasi Asia yang tumbuh tetap lebih moderat dibandingkan dengan kawasan lain, tetapi kenaikan harga di banyak negara telah bergerak di atas target bank sentral,” tulis Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Krishna Srinivasan yang dikutip Reuters, Jumat (29/7/2022).

Dia mengatakan, beberapa negara perlu menaikkan suku bunga karena inflasi saat ini sudah meluas ke inflasi inti. Kenaikan suku bunga ini sebagai langkah mencegah spiral ekspektasi inflasi dan upah. Sebab nantinya keduanya akan membutuhkan kenaikan bunga lebih besar jika dibiarkan tidak terkendali.

Baca juga
IMF Ingatkan Indonesia Tetap Waspadai Ancaman Resesi

Sebagian negara berkembang Asia saat ini mengalami kekhawatiran karena banyaknya modal asing yang keluar. Hal ini hampir sama dengan kejadian pada tahun 2013, ketika imbal hasil obligasi global melonjak.

Krishna mengatakan, arus modal keluar yang besar terjadi di India dengan nilai US$23 miliar sejak invansi Rusia ke Ukraina. Arus modal keluar asing juga terlihat di Korea Selatan dan Taiwan.

Selain itu, pengetatan kondisi moneter akan membebani keuangan di beberapa negara Asia yang sebelumnya sudah memburuk. Langkah tersebut juga akan membatasi ruang lingkup bagi pembuat kebijakan untuk meredam pukulan ekonomi dari pandemi dengan pengeluaran fiskal.

Baca juga
Bank Sentral Inggris Juga Naikkan Suku Bunga 75 Bps, Tertinggi Sejak 1989

Rasio negara Asia terhadap total utang global telah meningkat dari 25 persen sebelum krisis keuangan global menjadi 38 persen pasca COVID-19. Kenaikan utang ini meningkatkan kerentanan kawasan Asia terhadap perubahan kondisi keuangan global.

“Beberapa negara Asia mungkin perlu mengambil langkah-langkah seperti intervensi valuta asing dan kontrol modal untuk memerangi arus keluar dana yang tajam,” kata Krishna.

Tinggalkan Komentar