Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Implementasi Kurikulum Merdeka, Kemendikbud Gandeng Quipper

Kurikulum Merdeka (Foto ist) - inilah.com
Kurikulum Merdeka (Foto ist)

Kurikulum Merdeka yang bulan lalu diluncurkan dengan berbagai keunggulannya, disiapkan untuk menjadi kurikulum nasional pada 2024. Proses transisi dalam dua tahun ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan pembelajaran dampak pandemi

Untuk mendorong penerapan kurikulum tersebut Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kemendikbud Ristek menggandeng Quipper sebagai salah satu mitra terverifikasi (verified partner) Kurasi Perangkat Ajar untuk program Sekolah Penggerak.

Quipper berkontribusi melalui Modul Ajar yang telah lolos seleksi pada akhir tahun 2021 dan saat ini dapat diakses di platform Digital Merdeka Mengajar oleh sekolah-sekolah yang tergabung di dalam program Sekolah Penggerak.

Visi pendidikan Indonesia adalah menciptakan generasi penerus bangsa yang mengarah pada karakter Pelajar Pancasila yang mampu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, bergotong royong dan berkebinekaan global.

Baca juga
Daihatsu Pamer All New Xenia dan Rocky di GIIAS Surabaya 2021

Program Sekolah Penggerak diciptakan sebagai penyempurnaan dari program-program sebelumnya yang telah dijalankan oleh Kemendikbud Ristek untuk mencapai pembelajaran yang holistik dan komprehensif bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pendidikan selama lebih dari satu dekade, Quipper mampu menciptakan modul-modul pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman melalui teknologi, termasuk modul ajar untuk program Sekolah Penggerak yang telah memenuhi 22 kriteria komponen modul ajar yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.

Riza Purnama, S.Pd, M.A., Content Production Head Quipper Indonesia, mengatakan bahwa dalam era digital ini, teknologi memainkan peran yang penting dalam dunia pendidikan baik bagi para murid maupun guru. Quipper telah melihat adanya kenaikan tren digitalisasi di dunia pendidikan sejak belasan tahun yang lalu, oleh karena itu, Quipper selalu berupaya menciptakan layanan pembelajaran digital yang mumpuni, sehingga dapat membantu para siswa meraih nilai akademis terbaik di sekolah melalui layanan Quipper Video (QV), dan juga dapat membantu guru agar lebih efektif dalam melakukan pekerjaanya sebagai tenaga pendidik melalui layanan Quipper School Premium (QSP).

Baca juga
Telkomsel Hadirkan Indico, Menteri Erick: Transformasi Luar Biasa

“Kami sangat senang dan bangga dapat terpilih menjadi verified partner Kurasi Perangkat Ajar untuk kurikulum Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kemendikbud Ristek. Hal ini semakin membuat kami semangat untuk terus memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Riza dalam keterangan yang diterima inilah.com, Minggu (20/03/2022).

Riza menambahkan, “Untuk program Sekolah Penggerak, kami berupaya mengembangkan modul ajar yang berkualitas bagi para guru sebagai referensi mengajar yang lebih kaya yang dapat digunakan pada berbagai moda pembelajaran yaitu, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Blended Learning maupun Pembelajaran Tatap Muka (PTM).”

Baca juga
Ibas Kawal Program Pendidikan Kemendikbudristek untuk Ribuan Pelajar di Jatim

Dimulai dari 2.500 sekolah yang akan mengawali transformasi pendidikan dalam program Sekolah Penggerak, Kemendikbud Ristek mengharapkan seluruh sekolah di Indonesia akan menjadi sekolah penggerak dalam kurun waktu sepuluh hingga lima belas tahun mendatang, sehingga terjadi transformasi yang holistik di dunia pendidikan dan tercapainya visi pendidikan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Membawa visi Distributors of Wisdom, Quipper meyakini bahwa setiap anak berhak atas kesempatan untuk belajar dan menciptakan masa depan yang mereka cita-citakan. Dengan demikian, Quipper hadir sebagai solusi untuk mencapai hal tersebut melalui teknologi. Saat ini Quipper telah digunakan oleh lebih dari delapan juta siswa dan lebih dari tiga ratus ribu guru di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Komentar