Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Implementasikan Fungsi Industrial Assistance, Bea Cukai Kunjungi Pelaku Usaha Berpotensi Ekspor

Selasa, 23 Agu 2022 - 19:14 WIB
Penulis : Anton Hartono
bea cukai inilah.com
(foto Bea Cukai)

Dalam upaya mendukung peningkatan ekspor, sekaligus mengimplementasikan fungsi industrial assistance yang diembannya, Bea Cukai secara konsisten membuka ruang diskusi dengan para pengguna jasa kepabeanan, khususnya para pelaku usaha berpotensi ekspor.

Secara rutin, unit-unit vertikal Bea Cukai di berbagai daerah melakukan kunjungan kerja bertajuk Customs Visit Customer yang ditujukan untuk mendengar aspirasi para pengguna jasa terhadap pelayanan Bea Cukai dan sebagai media konsultasi layanan kepabeanan yang diberikan Bea Cukai. Tak jarang pula, Bea Cukai menerima kunjungan pelaku usaha untuk tujuan yang sama.

“Dalam mendukung ekspor daerah, kantor-kantor pelayanan Bea Cukai menginisiasi program CVC, yaitu kunjungan kerja petugas Bea Cukai untuk menggali potensi ekspor dari para pelaku usaha terkait. Dua kantor yang baru saja melaksanakan program ini ialah Bea Cukai Pangkalpinang dan Bea Cukai Bogor. Lalu, ada Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta yang menerima kunjungan dari pelaku usaha yang berada di wilayah pelayanannya,” kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan, Hatta Wardhana, pada Selasa (23/8/2022).

Diungkapkan Hatta, Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Pangkalpinang mengunjungi produsen CPO dan turunannya, yaitu PT Gunung Maras Lestari, yang berlokasi di Desa Kayu Besi, Kabupaten Bangka. Pada kesempatan tersebut, petugas Bea Cukai didampingi perwakilan perusahaan melihat kegiatan produksi dan pengolahan kelapa sawit sampai menjadi produk CPO yang siap dipasarkan.

Baca juga
Bantu Peningkatan Ekonomi, Bea Cukai Asistensi Penerima Fasilitas Kepabeanan

“Selain itu, kedua pihak juga membahas penyelesaian atas kendala yang dialami perusahaan, baik dalam pengolahan bahan baku, biaya logistik, pengaruh kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap perusahaan, dan rencana kegiatan ekspor ke depannya. Kami berharap Bea Cukai membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan solusi terbaik agar perusahaan dapat mewujudkan ekspor,” ujarnya.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan Bea Cukai Bogor yang mengunjungi PT MSR Nusantara Abadi, UMKM yang bergerak di bidang agraria, yaitu mengembangkan dan mengolah tanaman sancha ichi menjadi minyak nabati.

Sancha ichi sendiri merupakan tanaman sejenis kacang-kacangan yang berasal dari Hutan Tropis Amazon dan kaya manfaat karena mengandung asam lemak seperti omega 3, 6, dan omega 9. Semua bagian tanaman tersebut dapat dimanfaatkan, seperti bijinya dapat diolah menjadi minyak nabati, ampasnya dapat dijadikan tepung tanpa gluten, cangkangya dapat dibuat briket, dan daunnya dapat dijadikan teh. Belum ada satu tahun UMKM ini berdiri, tetapi telah dapat mengekspor puluhan liter sancha ichi oil ke berbagai negara seperti Malaysia dan Vietnam.

Baca juga
Bahas Aturan Kepabeanan, Bea Cukai Gelar Sosialisasi di Tiga Kota

“Namun, ada kendala utama yang dihadapi perusahaan dalam mengembangkan produknya yaitu keterbatasan modal dan bahan baku. Untuk itu, Bea Cukai dalam kunjungan tersebut turut menyosialisasikan fasilitas perdagangan yang telah disediakan pemerintah kepada pelaku usaha, salah satunya ialah kemudahan impor tujuan ekspor untuk industri kecil dan menengah (KITE IKM) yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha UMKM guna meringankan biaya produksi dan meningkatkan angka ekspor perusahaan. Dengan fasilitas ini UMKM mendapatkan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas setiap impor yang dilakukan untuk proses produksi,” terang Hatta, yang juga berharap Bea Cukai dapat mendorong PT MSR Nusantara Abadi untuk makin berkembang dan dapat menggunakan fasilitas KITE IKM guna menekan biaya produksi.

Tak hanya untuk untuk UMKM, fasilitas KITE juga dapat dimanfaatkan oleh industri besar. Hal tersebut disampaikan Kanwil Bea Cukai Jakarta saat menerima kunjungan PT Astra Daihatsu Motor. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ini merupakan penerima fasilitas kepabeanan KITE Pembebasan. Dengan fasilitas KITE tersebut, pelaku usaha mendapatkan fasilitas seperti pembebasan bea masuk, sehingga mampu menekan cashflow perusahaan dan mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional.

Baca juga
Hindari Middle Income Trap, Tim Ekonomi Jokowi Perlu Belajar dari Vietnam

“Melalui pertemuan kedua pihak tersebut, Kanwil Bea Cukai Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengawal pemanfaatan fasilitas KITE sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kami juga berharap perusahaan dapat menfaatkan fasilitas yang ada dengan baik dan mematuhi aturan yang berlaku,” tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus mengasistensi para pelaku usaha, baik UMKM maupun industri besar, untuk makin menancapkan eksistensinya dan berkibar di kancah internasional. [adv]

Tinggalkan Komentar