Rabu, 07 Desember 2022
13 Jumadil Awwal 1444

IMT-GT 2022 Bakal Revitalisasi Industri Pariwisata dan Bangun Kota Berkelanjutan

Senin, 19 Sep 2022 - 15:58 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
IMT-GT 2022 Bakal Revitalisasi Industri Pariwisata dan Kota Berkelanjutan - inilah.com
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Signing Minister Indonesia. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Menanggulangi krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi, solidaritas dan kerja sama Sub-Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT- GT) terus diperkuat. Pernyataan ini sudah ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Delegasi Indonesia pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-27 tahun lalu.

“Kita harus memanfaatkan platform kerja sama IMT-GT untuk mendorong proyek yang konkret bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan dengan tetap memperhatikan permasalahan yang terjadi saat ini seperti kesehatan, revolusi industri, ketahanan pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia, dan sumber daya berkelanjutan. Selain itu, kita juga harus mempercepat transformasi dan adaptasi teknologi yang memainkan peran kunci untuk masa depan kerja sama IMT-GT,” ujar Menko Airlangga.

Pada 2022 ini, pertemuan ministerial retreat dalam Rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-28 berlangsung pada tanggal 15 September 2022 di Phuket, Thailand. Menko Airlangga selaku Signing Minister Indonesia dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga
Airlangga: Indonesia Masuk 5 Negara dengan Inflasi Terendah di Dunia
IMT-GT 2022 Bakal Revitalisasi Industri Pariwisata dan Kota Berkelanjutan - inilah.com
(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Ministerial retreat tersebut membahas dua topik yakni terkait upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi dan upaya peningkatan implementasi Kerangka Kerja Pembangunan Kota Berkelanjutan (Sustainable Urban Development Framework/SUDF).

Upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi penting dilakukan karena UN World Tourism Organization mencatat bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan sektor pariwisata secara global sekitar US$2 triliun. Arus pariwisata mancanegara di wilayah IMT-GT juga menurun cukup signifikan yaitu sekitar 80%.

Oleh karena itu, Menteri Agus dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan kembali sektor pariwisata merupakan prioritas dan perlu dilakukan dengan terobosan- terobosan baru agar lebih sustainable dan resilience di masa mendatang.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan beberapa prioritas pemulihan sektor pariwisata. Di antaranya mengembalikan kepercayaan turis, pengurangan ketidakpastian dan meningkatkan informasi dan komunikasi, restorasi konektivitas, infrastruktur dan kapasitas jasa pariwisata, dukungan kepada dunia usaha pariwisata, terutama UMKM dan masyarakat pelaku pariwisata.

Baca juga
KIB tak Perlu Buru-buru Deklarasikan Capres 2024-2029

Tujuannya, agar dapat beradaptasi dan survive terutama melalui adaptasi teknologi digital, strategi pemasaran bersama, dan transisi ke arah pariwisata yang lebih resilient dan sustainable.

Terkait pemulihan sektor pariwisata, dalam kesempatan tersebut para Menteri menyepakati untuk meluncurkan IMT-GT Visit Year 2023-2025 pada KTT IMT-GT 2023 mendatang disela- sela perayaan 30 tahun kerja sama IMT-GT.

Tujuan utama dari inisiatif tersebut adalah untuk menghidupkan kembali industri pariwisata subregional dengan menarik wisatawan internasional melalui kegiatan pemasaran dan promosi bersama.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat di sektor pariwisata, Menteri Agus menyampaikan bahwa upaya menurunkan biaya penerbangan dan logistik perlu dilakukan pada masa pemulihan saat ini.

Selanjutnya terkait topik pembahasan upaya peningkatan implementasi Kerangka Kerja Pembangunan Kota Berkelanjutan (Sustainable Urban Development Framework/SUDF), Menteri Agus menyampaikan bahwa implementasi SUDF perlu dipercepat dengan mengambil langkah-langkah konkrit yang bersifat low-hanging fruit.

Baca juga
Pasangan Airlangga dan AHY Bisa Redam Polarisasi di 2024

Hal tersebut penting dilakukan karena dokumen SUDF merupakan referensi utama untuk implementasi keberlanjutan di subkawasan. Selain itu, ke depannya para Menteri juga meminta para pemangku kepentingan IMT-GT untuk mempercepat upaya pencapaian subregional yang terintegrasi, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan sebagaimana dituangkan dalam Visi IMT-GT 2036.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith. Sementara itu, delegasi Malaysia dipimpin oleh Menteri Ekonomi Dato’ Sri Mustapa bin Mohamed. Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia Ahmed M. Saheed dan Sekretariat ASEAN Lim Chze Cheen juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Tinggalkan Komentar