Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Inalum Ketiban ‘Durian Runtuh’ dari Dividen Antam

Selasa, 24 Mei 2022 - 15:43 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Inalum Ketiban ‘Durian Runtuh’ dari Dividen Antam - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan membagikan dividen senilai Rp930,87 miliar atau 50 persen dari total laba bersih perusahaan yang tertera dalam Tahun Buku 2021. Sebagai pemegang saham terbesar, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum tentu ketiban ‘durian runtuh’.

Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, rencana pembagian deviden itu telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Dividen sebesar 50 persen atau Rp930,87 miliar dan sisanya sebesar 50 persen atau Rp930,87 miliar dicatat sebagai saldo laba,” kata Syarif di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Pemilik saham terbesar Antam dipegang oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dengan jumlah saham 15,61 miliar lembar atau 65 persen dari total saham yang beredar. Selanjutnya, pemegang saham publik sebanyak 8,41 miliar lembar atau sekitar 35 persen.

Baca juga
Alami Kerugian di 2021, Waskita Karya Sepakat tak Bagikan Dividen

Pada 2021, Antam mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan laba bersih Rp1,86 triliun atau lebih besar ketimbang laba bersih 2020 yang tercatat senilai Rp1,14 triliun.

Kinerja positif itu tidak terlepas dari upaya perseroan melakukan inovasi produksi dan penjualan dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi, dan penjualan serta implementasi kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien.

Melalui implementasi best business practices, perusahaan mampu mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp38,44 triliun atau tumbuh 40 persen jika dibandingkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp27,37 triliun.

Pada 2022, Antam berkomitmen untuk terus melanjutkan proyek pengembangan strategis perusahaan.

Baca juga
TKIM Putuskan Bagikan Dividen Sebesar Rp25 per Lembar Saham

Emiten dengan kode saham ANTM itu berfokus pada strategi mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri terutama pemasaran produk emas, bijih nikel, dan bauksit seiring dengan pertumbuhan tingkat penyerapan pasar di Indonesia.

Tinggalkan Komentar