Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Incar Proyek Kakap, Investor China Ngebet Bangun Pabrik Semen di IKN

Incar Proyek Kakap, Investor China Ngebet Bangun Pabrik Semen di IKN

Tak sedang bercanda, ekonom senior Faisal Basri menyebut bakal berdiri pabrik semen besar di wilayah ibu kota negara (IKN) baru. Investornya lagi-lagi China.

Setidaknya dalam dua kesempatan, Faisal menyebut adanya investor China yang sudah ancang-ancang membangun pabrik semen di wilayah IKN.

Pertama, acara Public Expose RUU IKN secara online yang diinisiasi Fraksi PKS DPR, Selasa (18/1/2022), dan diskusi virtual pada Youtube Sahabat ICW, Jumat (21/1/2022).

Saat di acara Sahabat ICW, penjelasan Faisal lebih gamblang. Di mana, Hongshi Holding Group kepincut membangun pabrik semen berkapasitas besar di wilayah IKN. “Hongshi Holding ini akan menego pengadaan semen untuk pembangunan ibu kota, ‘dari sini dong (pengadaannya), kan ongkosnya lebih murah’. Jadi, prosesnya sudah mulai bagi-bagi,” tutur Faisal.

Baca juga
Mini Cooper Terbalik di Kelapa Gading, 2 Tewas 1 Luka

Dari penelusuran Inilah,com, Senin (24/1/2022), Hongshi Holding Group menyiapkan dana US$1 miliar sampai US$2,1 miliar untuk membangun pabrik semen di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Rencana ini sempat diprotes Asosiasi Semen Indonesia. Lantaran produksi semen di Indonesia sudah over supply. Kalau jadi pabrik semen Hongsi berdiri di Kaltim, maka industri semen nasional siap-siap menanggung kerugian.

Sejatinya, Hongshi Holding Group sudah punya pabrik semen di Jember, Jawa Timur. Pada 2018, Hongshi joint dengan PT Semen Imasco Asiatic Indonesia, mendirikan Jember Hongshi Cement. Kapasitas produksinya mencapai 3 juta ton, berlabel Semen Singa Merah.

Dari situs resmi anak perusahaan Hongshi Holding Group, yakni Semen Singa Merah, Hongshi Group termasuk 500 perusahaan China kelas kakap, 500 perusahaan swasta Cina teratas, dan salah satu dari 12 perusahaan semen berskala internasional yang didukung pemerintah China.

Baca juga
Bos Darmo Jamin tak Ada Byarpet, Batu Bara untuk 17 PLTU Aman 15 Hari

Bisnis utamanya ada tiga, yakni industri semen, perlindungan lingkungan dan investasi keuangan. Sepanjang 2020, total asetnya mencapai 62,5 miliar yuan. Menyerap sedikitnya 16 ribu karyawan. Pada 2020, total penjualan semen dan klinker komersial mencapai 105,53 juta ton, dengan keuntungan 8,5 miliar yuan.

 

Tinggalkan Komentar