Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

INDEF: Alihkan Insentif Pajak Otomotif dan Properti ke Pertanian Sebelum Ambyar

Selasa, 08 Feb 2022 - 22:09 WIB
Indef: Alihkan Insentif Pajak Otomotif ke Pertanian Sebelum Ambyar
Otomotifsepi

Terkait keputusan pemerintah melanjutkan insentif pajak otomotif dan properti, dinilai kurang tepat. Sebaiknya dialihkan ke pertanian dan peternakan sudah megap-megap.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa menyarankan, insentif pajak otomotif dan properti bisa dialihkan ke sektor lain yang memang membutuhkan. “Ternyata insentif dari pemerintah di tahun 2021 untuk kedua sektor tersebut mampu mendorong pertumbuhan perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya, serta real estat,” ujar Riza dalam acara Tanggapan Terhadap Kinerja Ekonomi 2021 di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Dengan demikian, tren pertumbuhan kedua sektor tersebut, sudah kian membaik pada 2022 dengan adanya dorongan insentif fiskal pada tahun lalu.

Baca juga
Piaggio Indonesia Perkuat Jaringan Diler Premium Motoplex 4 Brand

Menurut dia, insentif kedua sektor tersebut bisa dialihkan kepada sektor pertanian, terutama di subsektor pangan dan peternakan yang masih melambat pada triwulan IV-2021 sehingga perlu mendapat perhatian. “Sektor pangan dan peternakan ini yang sering terjadi inflasi, sehingga perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Riza melanjutkan, sektor lainnya yang perlu mendapatkan insentif adalah industri pengolahan terutama subsektor kimia, farmasi, dan obat tradisional, serta subsektor industri karet, barang dari karet, dan plastik, yang belakangan ini mengalami perlambatan.

Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional saat ini pun bisa dijadikan prioritas pemberian insentif, karena dalam menghadapi pandemi investasi di bidang kesehatan sangat diperlukan.

Dengan pemberian insentif di sektor pertanian dan industri pengolahan, diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa terdongkrak lebih tinggi pada tahun ini, mengingat kedua sektor tersebut merupakan salah dua dari lima sektor yang memiliki bobot paling besar pembentukan produk domestik bruto (PDB).

Baca juga
Februari 2022, Segmen LCGC jadi Kontributor Utama Daihatsu

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tertinggi pada triwulan IV-2021 yakni dengan porsi 1,01 persen, sehingga menyebabkan perekonomian tumbuh 5,02 persen (year-on-year/yoy). Kemudian dilanjutkan oleh perdagangan dengan andil 0,71 persen, konstruksi 0,4 persen, informasi dan komunikasi 0,39 persen, dan sektor lainnya 2,51 persen.

 

Tinggalkan Komentar