Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Indonesia akan Bahas Komitmen Negara Maju di P20

Kamis, 22 Sep 2022 - 19:03 WIB
Penulis : Diana Rizky
Editor : Fadly Zikry
Fadli Zon: Kapolda Jatim Diganti Saja
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon (dok DPR)

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan, Indonesia telah mengundang 37 negara, dalam ajang P20 Parliamentary yang akan diselenggarakan pada 6-7 Oktober 2022.

Dari 37 negara, 21 ketua parlemen, 10 wakil ketua parlemen, dan 25 anggota parlemen negara G20, telah mengonfirmasi kehadiran mereka di P20.

Fadli menyebut, peran parlemen sangat penting karena banyak negara yang menganut sistem parlementer. Pada P20, delegasi dari Indonesia telah mempersiapkan beberapa masukan yang akan dibahas sebagai bentuk sumbangsih terhadap penyelesaian masalah global.

“Kalau kita lihat masukan-masukan dari delegasi Indonesia adalah menyuarakan komitmen negara maju terkait pendanaan perubahan iklim kita tahu bahwa negara maju ini menjanjikan sampai 100 miliar US dolar, tapi kita tidak melihat komitmen itu dijalankan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (22/9/2022).

Baca juga
KTT G20: PM Italia Apresiasi Program Presiden Jokowi Soal Pemberdayaan UMKM

Menurutnya, masih banyak negara berkembang yang memerlukan bantuan terkait deforestasi dan energi terbarukan. Hal ini akan turut dibahas dalam P20. Selain itu P20 juga akan membahas tentang sistem perdagangan global.

“Banyak negara berkembang itu memerlukan bantuan dukungan untuk switch ke renewable energy, dan biayanya sangat mahal. Kemudian mendorong WTO (World Trade Organization) untuk melakukan negosiasi dan memperbaiki sistem perdagangan global dalam rangka menciptakan sistem perdagangan global yang adil, untuk fair trade jadi bukan hanya free trade,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Indonesia juga mendukung pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) for pandemic sebagai wadah kerja sama finansial yang akan mendukung pemulihan pascapandemi. Kemudian masukan selanjutnya adalah yang berkaitan dengan seruan penguatan peran parlemen pemulihan pascapandemi.

Baca juga
Oleh-oleh KTT G20, Presiden Jokowi Bawa Pulang Investasi Inggris Rp130 Triliun

“Lalu dukungan penggunaan mekanisme pembiayaan inovatif, mengusulkan memperkuat sinergi parlemen dengan membuat lembaga audit tingkat nasional untuk memastikan pengeluaran publik tepat sasaran. Jadi itu beberapa masukan dari kita, harapannya kita memberikan tentu saja image yang positif terhadap penyelenggaraan P20 sumbangsih terhadap penyelesaian global,” tutur Fadli.

P20 merupakan sebuah forum yang akan dihadiri oleh pembicara parlemen atau legislatif dari negara-negara yang tergabung dalam G20. P20 merupakan salah satu rangkaian acara yang puncaknya akan dilakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Tinggalkan Komentar