Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Indonesia Juara Umum dalam Ajang Olahraga Menembak Internasional

Ajang Grand Prix Rifle Pistol yang digelar di Lapangan Tembak, Senayan, 8-18 Februari 2022 - inilah.com
Ajang Grand Prix Rifle Pistol yang digelar di Lapangan Tembak, Senayan, 8-18 Februari 2022 - Antara

Indonesia menjadi juara umum dalam ajang olahraga Grand Prix Rifle Pistol. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF) .

Indonesia berhasil mengumpulkan enam medali emas, delapan perak, dan dua perunggu selama bersaing di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, 8-18 Februari 2022.

Ajang ini sebenarnya masih menyisakan dua nomor perlombaan yakni 25m Rapid Fire Pistol Team Men dan 25m Rapid Fire Pistol Mixed Team pada hari ini, Kamis (17/2/2022). Namun dua nomor tersebut batal dilombakan.

“Karena event terakhir peserta kurang dari minimum,” kata Sekretaris Jenderal PB Perbakin Henry Oka dilansir dari Antara.

Indonesia menjadi juara umum setelah mengalahkan Singapura yang finish di urutan kedua dengan enam emas, dua perak, dan delapan perunggu. Thailand berada di posisi ketiga dengan empat emas, enam perak, dan lima perunggu.

Baca juga
Pekerjaan Berat Antonio Conte Mengubah Mentalitas Tottenham Hotspur

Kemudian Malaysia menempati peringkat keempat dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Rumania di urutan kelima dengan satu emas dan Bangladesh di posisi terakhir dengan satu perak dan empat perunggu.

Pencapaian ini pun sesuai target yang dicanangkan PB Perbakin. Selain itu, dari sisi penyelenggaraan Indonesia juga meraih sukses.

“Melihat dari penyelenggaraan cukup baik, tetapi masih kurang puas. Sebab, beberapa kendala seperti adanya COVID-19 membatasi negara-negara peserta yang seharusnya hadir ke sini tapi akhirnya mundur. Ini menjadi catatan buat kami,” kata Ketua Pelaksana ISSF Grand Prix Rifle/Pistol Siswanto
dalam keterangan resminya.

Baca juga
Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Menembak Dunia

“Sebenarnya penyelenggaraan kami semua baik dan berjalan baik, meskipun masih ada koreksi. Tapi seandainya tidak ada masalah seperti COVID-19, mungkin pesertanya akan lebih bagus dan bisa menilai seberapa jauh kami bisa melaksanakan kegiatan ini,” tambah Siswanto yang juga menjabat sebagai Ketua Harian PB Perbakin.

Tinggalkan Komentar