Indonesia Makin Tak Aman, Situs BIN Dibobol Hacker China?

Indonesia Makin Tak Aman, Situs BIN Dibobol Hacker China?  - inilah.com

Hari-hari ini, banyak sekali kasus peretasan situs atau data pribadi. Mulai dari data nasabah perbankan hingga Nomor Identitas Kependudukan {NIK), Presiden Joko Widodo. Kini, muncul kabar tak sedap menyambar Badan Intelijen Negara (BIN).  

Beredar kabar, sejumlah peretas alias hacker asal China, berhasil menembus situs resmi BIN. Tak sendiri, sedikitnya ada 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, yang bernasib sama. Tentu saja, informasi ini, kalau dibiarkan akan sangat berbahaya.

Penyusupan, yang ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future, telah dikaitkan dengan Mustang Panda. Siapa dia?

Mustang Panda adalah peretas asal China yang dikenal dengan spionase siber. Targetnya kawasan Asia Tenggara.     

Baca juga  Terungkap, Data Anak KPAI Diretas dan Dijual Seharga Rp70 Ribu

Peneliti Insikt pertama kali menemukannya pada April tahun ini, ketika mereka mendeteksi server command and control (C&C) malware PlugX, dioperasikan grup Mustang Panda, berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia.

Komunikasi ini kemudian ditelusuri kembali ke setidaknya Maret 2021. Titik intrusi dan metode pengiriman malware masih belum jelas.  

Peneliti Insikt Group memberi tahu pihak berwenang Indonesia tentang penyusupan tersebut pada Juni 2021 dan kemudian lagi pada Juli di tahun yang sama. 

Sebagaimana melansir dari The Record, Minggu (12/9/2021), para pejabat dari Indonesia disebut tidak memberikan umpan balik untuk laporan tersebut.

Baca juga  Kasus Covid-19 Sembuh Capai 3,9 Juta

Dalam hal ini, BIN menjadi target yang paling sensitif pun berlaku sama. Tidak membalas permintaan komentar yang dikirim The Record pada Juli dan Agustus lalu.     

Sebuah sumber yang akrab dengan penyelidikan mengatakan kepada The Record pada bulan lalu, pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan membersihkan sistem yang terinfeksi. 

Beberapa hari kemudian, peneliti Insikt mengonfirmasi bahwa host di dalam jaringan Pemerintah Indonesia masih berkomunikasi dengan server malware Mustang Panda.     

Tinggalkan Komentar