Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Indonesia Mesti Mewaspadai Pertumbuhan Angkatan Laut China

Jumat, 25 Nov 2022 - 14:13 WIB
Isu Kudeta China
Presiden China Xi Jinping, berambisi meningkatkan kekuatan militer China dalam kurun lima tahun ke depan (foto: Xinhua)

Potensi peningkatan kekuatan militer China dalam lima tahun ke depan mesti diwaspadai negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Johanes Herlijanto mengungkapkan, sebuah studi yang dipublikasikan pada September 2022 memperkirakan kekuatan Angkatan Laut China akan bertambah sebanyak 40 persen.

Perkiraan ini, diyakini Johanes akan bisa lebih cepat terwujud, mengingat Presiden Xi Jinping sangat berambisi mengembangkan kekuatan militer China.

“Pasalnya, Presiden Xi Jinping yang baru saja terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC) untuk periode 2022-2027, ini dinilai memiliki ambisi untuk menjadikan militer China sebagai militer kelas dunia lebih cepat daripada target semula,” katanya, Jumat (25/11/2022).

Baca juga
Panasnya Hubungan AS-China tak Berpengaruh Kerja Sama MIT dengan Tsinghua University di Bali

Proyeksi peningkatan kekuatan militer angkatan laut China tersebut dikhawatirkan akan membawa dampak bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sebab, sambung dia, dalam sebuah pidato Xi Jinping juga menggarisbawahi komitmennya untuk meningkatkan kemampuan demi mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China. Apalagi beberapa waktu terakhir China terus melakukan berbagai manuver militer di Laut China Selatan.

“Berkaca pada pengalaman di atas, maka sangat perlu bagi negara-negara Asia Tenggara untuk bersikap waspada terhadap peningkatan kemampuan militer China seperti yang ditargetkan Xi di atas,” bebernya.

Dampak lain yang harus diwaspadai adalah meningkatnya ketegangan antara China dan negara-negara barat di wilayah Asia Pasifik, seiring dengan meningkatnya kekuatan militer negeri tirai bambu.

Baca juga
Elon Musk Ingin Twitter Bisa Tiru Kisah Sukses WeChat di China

“Meski China berkali-kali menyampaikan penolakan terhadap ‘mentalitas perang dingin’, penolakan ini nampaknya dialamatkan kepada negara-negara barat. Dan oleh karenanya justru berpotensi meningkatkan ketegangan antara mereka,” pungkas Johanes.

Tinggalkan Komentar