Sabtu, 10 Desember 2022
16 Jumadil Awwal 1444

Indonesia Ratifikasi Perjanjian Atasi Kabut Asap

Rabu, 09 Sep 2015 - 13:23 WIB
Penulis : Bachttiar Abdullah
Kebakaran hutan di Kalimantan

INILAHCOM, Kuala Lumpur --  Perjanjian penanggulangan kabut asap lintas batas kini diratifikasi  oleh semua anggota Asean, termasuk Indonesia.

Indonesia adalah negara terakhir yang meratifikasi perjanjian tersebut, sehingga sepuluh negara Asean semuanya sudah meratifikasi perjanjian penanggulangan kabut asap lintas batas Asean yang tiap tahun muncul kini sudah memiliki payung hukum.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, ratifikasi perjanjian ini “sangat penting” dan merupakan bagian dari tujuan Asean menggalakkan hak untuk memperoleh udara bersih bagi sepuluh anggotanya,” kata Najib ketika menyampaikan sambutan pada sidang umum Antar-Parlemen Asean di Kuala Lumpur, Selasa, tulis The Star, Rabu (9/9/2015)

“pada januari silam, Indonesia sudah menaruh bahan ratifikasi tersebut di kantor Sekretariat Jenderal Asean di Jakarta.

Masalah kabut asap menjadi topik diskusi ketika Malaysia pada tahun ini mendapat giliran mengetuai Asean. Ini langkah regional pertama, yang mengikat 10 anggota Asean mengatasi polusi kabut asap  akibat kebakaran lahan dan hutan,” tutur najib.

Sebagian wilayah Malaysia kini tertutup asap dengan Indeks Polutan Udara (API) terbaca sangat tidak sehat di beberapa lokasi, termasuk Kuala Lumpur yang menjadi tuan rumah beberapa program Asean..

Hamdhani Mukdhar, anggota DPR RI yang membawahi masalah lingkungan dan hubungan internasional, berjanji akan mendorong pemerintah meningkatkan upaya penanggulangan kabut asap tersebut.

“saya ingin mengajukan permohonan maaf kepada rakyat Malaysia terkait kabut asap ini. Peristiwa ini terjadis etiap tahun bukan disengaja, tapi lebih karena musim kering yang menerpa sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan,” ujar Ramdhani di sela-sela sidang umum Antar-Parlemen Asean.

Menrut Ramdhani, pemerintah Indonesia menyisihkan dana sebesar US$ 1 juta ke setiap provinsi yang dilanda kebakaran lahan dan hutan.

Perjanjian Lintasbatas pertama kali ditandatangani oleh negara-negara Asean pada 2002, dan Malaysia menjadi negara pertama Asean yang meratifikasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku terkait masalah kabut asap.