Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Indonesia Surganya Perusahaan Rintisan, OJK Catat 2.319 Start Up Tumbuh Pesat

Sabtu, 11 Des 2021 - 19:52 WIB
Wimboh2 - inilah.com
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah startup atau perusahaan rintisan di Indonesia saat ini sebanyak 2.319 unit.

Dari ribuan start up itu, ada delapan perusahaan unicorn dan satu decacorn. Dengan demikian, hal tersebut membuat potensi transaksi digital di Tanah Air sangat luar biasa, yakni diperkirakan sebesar 124 miliar dolar AS pada 2025. “Ini menjadikan kita adalah yang paling maju di Asia dan untuk itu bagi kita dampaknya jelas positif,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam 3rd Indonesia Fintech Summit 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).

Meski begitu, ia mengingatkan percepatan akses digital dan inklusi yang luar biasa ini tetap harus diperhatikan lantaran sampai saat ini belum seimbang dengan literasi kepada masyarakat.

Baca juga
Debut Saham Naik 14,8 Persen, GOTO Merasa Beruntung

Masyarakat harus diberikan literasi yang cukup untuk melindungi diri sendiri dari berbagai produk digital di tengah penetrasi internet yang sangat luas ini.

Menurut Wimboh, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami produk digital yang cocok untuk kebutuhannya. “Kadang banyak masyarakat yang berlebihan meminjam dana dari layanan keuangan digital karena berbagai tawaran menarik,” katanya.

Selain itu, masih banyak pula masyarakat yang tidak mengetahui legal atau tidaknya suatu layanan keuangan digital, sehingga langsung percaya saja bahkan kepada layanan keuangan digital yang ilegal.

Ia menambahkan masih terdapat pula masyarakat yang tidak mengetahui atau memperhitungkan suku bunga pinjaman online dan cara melindungi data pribadi dalam partisipasinya di layanan keuangan digital. “Ini banyak sekali yang harus kami percepat bagaimana pemahanam masyarakt dan bagaimana mengingatkannya,” ujar Wimboh.

Baca juga
CoLearn Dapat Suntikan US$17 Juta dari Pendanaan Lanjutan Seri A

Maka dari itu, dirinya menilai hal tersebut menjadi harapan bersama, terutama dalam literasi masyarakat mengenai produk keuangan digital beserta penegakan hukumnya agar berkah yang luar biasa dari transaksi digital Indonesia tidak tercemar oleh layanan keuangan digital ilegal.

Tinggalkan Komentar