Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Industri Maju Pesat, Menko Airlangga: Perlu Insinyur dan Profesor Hebat

Kamis, 13 Jan 2022 - 21:01 WIB
ada tujuh yang siap karena sudah punya relawan. kalau prabowo tidak dilaporkan, sudah ada relawannya enggak? tahun 2022 semuanya harus diverifikasi. sehingga para cepres 2024 benar-benar sosok yang bersih.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto minta profesor dan insinyur punya daya saing dan adaptasi tinggi. Serta, adaptif terhadap teknologi.

“Di era industri 4.0 saat ini, seorang insinyur dituntut memiliki daya saing dan tingkat adaptasi yang tinggi untuk dapat bersaing secara global serta dapat mengejar dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Alasan Menko Airlangga, saat ini, pertumbuhan industri di tanah air, semakin membanggakan. Saat pandemi COVID-19 di kuartal II-2021, pertumbuhan industri mencapai 6,58 persen (yoy). Berlanjut ke kuartal III-2021, bertumbuh 3,68 persen (yoy). “Momentum perbaikan dari sektor industri tentunya juga menjadi hal yang positif bagi para pelaku industri termasuk di dalamnya para insinyur dari bidang ilmu teknik industri,” ujar Menko Airlangga.

Baca juga
Plt Gubernur Sulsel Puji Kinerja Airlangga Mulai dari COVID-19 hingga Ekonomi Indonesia

Ke depan, sektor industri diperkirakan masih akan dapat meneruskan tren pertumbuhan positifnya dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Optimisme pertumbuhan positif pada sektor industri ini dicerminkan oleh berbagai leading indicator yang terus berada pada area yang positif. PMI Manufaktur kembali berada di wilayah ekspansif dengan mencatatkan angka 53,5 pada Desember 2021.

Dalam kaitannya dengan perkembangan dunia industri, profesi Insinyur termasuk bidang teknik industri, dikenal sebagai problem solver yang mampu memberikan solusi praktis dan menyelesaikan berbagai masalah dengan keluasan ilmu yang dimiliki sehingga profesi ini bisa menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, diharapkan teknik industri perlu melakukan transformasi dari manajemen shop floor ke modern digital engineering yang dikenal sebagai Industry 4.0.

Baca juga
Kuliah Umum di UWKS, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Inkubator Bisnis

Jenis-jenis teknologi yang perlu dipelajari secara terus menerus dan dikuasai oleh para Insinyur Teknik Industri agar mampu terus bersaing di era Industri 4.0 ini diantaranya seperti Internet of Things (IoT), Big Data, Augmented Reality, Kecerdasan Buatan, Integrated System, Cloud Computing, dan Additive Manufacturing.

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan bahwa menghadapi era revolusi industri 4.0, pemerintah telah meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0. Pada peta jalan tersebut, terdapat 5 subsektor industri yang diutamakan pada Industri 4.0, diantaranya yakni industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, serta industri kimia. “Ke depan, kebutuhan insinyur-insinyur yang berkualitas tinggi akan muncul dari 5 subsektor industri tersebut dan hal ini haruslah dapat dipenuhi oleh Badan Kejuruan Teknik Industri,” tuturnya.

Menurutnya, Presidensi G20 Indonesia bisa menjadi tempat para insinyur untuk turut berkontribusi dalam penciptaan berbagai lighthouse projects sesuai tiga visi presidensi kali ini, yaitu di bidang arsitektur kesehatan, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi berkelanjutan.

Baca juga
Jelang Pemilu, Kang Emil Siap Jadi Kader Partai

“Di samping memiliki kemampuan teknikal dengan kualitas yang baik, para Insinyur Teknik Industri juga haruslah memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik agar terus dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat,” kata Menko Airlangga.

 

Tinggalkan Komentar