https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   01 September 2021 - 11:49 wib

Rentetan Kasus Kebocoran Data Saat Periode ke-2 Kepemimpinan Jokowi

Rangkain perkara kebocoran data yang dialami pemerintah hingga perusahaan swasta masih saja terus terjadi. Berikut rangkuman Inilah.com terkait kasus kebocoran data sepanjang tahun 2020-2021, atau tepatnya saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode ke-2.  

Kebocoran Data Sepanjang Tahun 2020

1. Tokopedia
Awal Mei 2020 Tokopedia dihantam isu kebocoran data. Sebanyak 91 juta data pengguna dan lebih dari tujuh juta data merchant Tokopedia dikabarkan dijual di situs gelap. Kasus ini dibeberkan akun Twitter yang kerap membagikan isu soal peretasan @underthebreach.

2. Daftar Pemilih Tetap Pemilu
Pertengahan Mei 2020 jutaan data warga negara Indonesia yang berasal dari Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2014 bocor di internet. Data tersebut dibagikan dalam sebuah forum raidxxx.com

Menggunakan username Arlinst, sang hacker membagikan 2,3 juta data DPT dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berisi nama, tempat dan tanggal lahir NIK dan alamat.

3. Bhinneka.com

E-commerce Indonesia masih jadi incaran hacker. Sebanyak 1,2 juta data Bhinneka.com bocor di internet karena aksi hacker. Data yang bocor mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, nomor ponsel, lokasi, hingga jenis kelamin.

4. KreditPlus

Data milik KreditPlus, perusahaan teknologi asal Indonesia bergerak di bidang finansial itu bocor. Dijual bebas di internet pada Agustus 2020 lalu. Dalam laporan dari firma keamanan siber asal Amerika Serikat, Cyble. Data pribadi yang bocor sekitar 890.000 nasabah.

Di antaranya seperti nama, alamat e-mail, kata sandi, alamat rumah, nomor telepon, data pekerjaan dan perusahaan, serta data kartu keluarga (KK). Konon dijual di forum terbuka yang biasanya digunakan sebagai kanal untuk pertukaran database hasil peretasan, Raidforums.

5. ShopBack
Sebuah situs pengungkap kebocoran data membagikan informasi kebocoran data ShopBack hingga 20 juta akun.
Diketahui data yang bocor adalah nama, nomor telepon, negara tempat tinggal, hingga kata sandi. Ini terjadi pada September 2020 lalu.

6. Cermati.com.

Sebanyak 2,9 juta data pengguna Cermati.com bocor. Ini merupakan bagian dari 34 juta database akun pengguna yang dicuri dari 17 perusahaan. Hacker tak diketahui identitasnya menyebutkan mampu mencuri sejumlah informasi penting tentang pengguna Cermati.com.

Kebocoran Data Sepanjang Tahun 2021


1. BPJS Kesehatan
Pada Mei 2021, sebanyak 279 juta data penduduk dibobol dari halaman BPJS Kesehatan. Dari NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji. Data itu dijual ke forum online Raid Forums. BPJS Kesehatan lalu melakukan upaya pengamanan titik akses dengan melakukan penutupan dan melakukan investigasi.

2. BRI Life
Sebuah perusahaan keamanan siber asal Israel, Hudson Rock membeberkan adanya peretasan terhadap dua juta data nasabah perusahaan asuransi BRI Life.

Kabarnya dari sampel diunggah ke forum online, terlihat  datanya sangat lengkap. Ada data mutasi rekening, bukti transfer setoran asuransi, KTP, tangkapan layar perbicangan WA nasabah dengan pegawai BRI Life, dokumen pendaftaran asuransi, KK, beberapa formulir pernyataan diri dan kesanggupan, bahkan lengkap dengan polis asuransi jiwa.

3. eHAC
VPN Mentor, situs yang fokus pada Virtual Private Network (VPN), melaporkan adanya dugaan kebocoran 1,3 juta data pada eHAC. Data yang bocor tak hanya sekadar data yang ada di KTP, tapi juga sampai menyentuh data hasil tes Covid-19, paspor, data rumah sakit dan klinik yang telah melakukan pengetesan pada pengguna, hingga data pembuatan akun eHAC.

Dugaan kebocoran data tersebut terjadi karena pembuat aplikasi menggunakan database Elasticsearch yang tidak memiliki tingkat keamanan yang rumit sehingga mudah dan rawan diretas.

Persoalan kebocoran data yang selama ini terjadi sangat merugikan konsumen. Pemerintah harusnya transparan dalam mengatasi persoalan ini. Bagaimana dengan sanksi tegas dan mengaudit sistem pengelolaan? Bila keduanya maksimal dilakukan, diharapkan kasus kebocoran data dapat ditekan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Indonesia Krisis Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Iqbal mengatakan perlindungan data pribadi menjadi isu krusial s
berita-headline

Inersia

41 Gol Dalam Semusim, Robert Lewandowski Klaim Sepatu Emas 2020-2021

Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski, dianugerahi trofi Sepatu Emas Eropa 2020-2021 setelah
berita-headline

Viral

Kemarahan Risma Sepanjang Tahun 2020-2021

Peristiwa Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) marah-marah kembali terjadi. Kali ini kemarahan