https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 September 2021 - 09:55 wib

Dulu Jadi Menteri di Afghanistan, Sekarang Jadi Pengantar Makanan

Inersia
berita-headline

Sayed Sadaat Menjalani Hari-Hari di Jerman Sebagai Kurir Pizza, Dulu Ia Menjabat Menteri di Afghanistan (Instagram/@guardiannige

Menjadi menteri dalam pemerintahan merupakan jabatan prestisius. Setelah menanggalkan kursi menteri, portofolio seseorang akan berubah dan lebih diperhitungkan.

Namun cerita berbeda ditunjukkan Sayed Sadaat, mantan Menteri Komunikasi di jajaran pemerintahan Afghanistan. Sadaat memutuskan berhenti menjadi menteri di Afghanistan karena muak melihat korupsi.

Ia kemudian banting setir jadi kurir makanan, dan mengaku tidak malu menjalani profesi barunya itu. Pekerjaan sebagai pengantar makanan dilakoni Sadaat sejak pindah ke Jerman.

"Tidak perlu malu melakukannya. Kerja ya kerja. Kalau ada pekerjaan, maka ada permintaan. Seseorang harus melakukannya," kata Sayed Sadaat (50) dikutip dari AFP.


Ia mengaku bangga menjadi kurir di Jerman untuk menyambung hidup keluarganya."Saya bangga melakukannya. Bisa saja saya menjadi menteri yang korup, yang memiliki jutaan dolar dan membeli gedung di sini dan saya tak perlu bekerja, saya bangga dan saya senang," ujarnya.

Kehidupannya yang saat ini dijalani lebih tenang ketika dapat bekerja dengan jerih payahnya sendiri tanpa rasa bersalah atas apa yang ia lakukan. Ia bekerja selama enam jam di hari kerja. Sementara di hari libur ia bekerja mulai tengah hari hingga pukul 10 malam.

Tiap bekerja, Sadaat menggunakan mantel khasnya yang berwarna oranye. Ia terlihat membawa ransel besar persegi yang berisi pizza atau pesanan lain untuk pelanggan yang diletakkan di sepedanya.

Dari pekerjaannya mengantar makanan itu, Sadaat memperoleh upah sebesar 15 euro yang setara dengan Rp 253 ribu per jamnya. Upah itu cukup untuk membiayai hidupnya, termasuk sewa tempat tinggal sebesar 420 euro atau Rp 7,1 juta per bulan.

Sayed Sadaat menjabat sebagai Menteri Komunikasi selama dua tahun sejak tahun 2016 hingga 2018.

Ia mundur dari jabatannya dengan alasan korupsi di pemerintahan mantan presiden Ashraf Ghani. Sadaat kemudian meninggalkan negaranya pada Desember 2020 dengan membawa gelar dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Sadaat pindah ke Jerman di tengah situasi keamanan Afghanistan yang mulai memburuk. Ia memilih Jerman lantaran menilai prospek bidang studi di negara Eropa tersebut bagus.

Namun, selama ini ia kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan keahliannya karena keterbatasan penguasaan bahasa Jerman.

Karenanya, Sadaat mengambil kelas Bahasa Jerman selama empat jam per hari di sebuah sekolah bahasa. Hal tersebut dilakukan di tengah-tengah pekerjaannya mengantar makanan menggunakan sepeda dalam shift malam selama enam jam.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Dua Ledakan di Luar Bandara Kabul, 13 Meninggal

Dua ledakan terjadi di luar Bandar Udara Internasional Hamid Karzai, Kabul, yang penuh sesak dan
berita-headline

Viral

Gejolak Rezim Taliban Beralih Afghanistan Menjadi Kaya Raya

Kontroversi masyarakat dunia terhadap kabinet pemerintahan baru di
berita-headline

Viral

Afghanistan Jatuh ke Taliban, Bagaimana Sikap Indonesia?

Sudah hampir dua minggu ini, mata dunia tertuju ke Afghanistan. Pemerintahan Afghanistan telah ja
berita-headline

Viral

Membuka Perdamaian di Afghanistan

Dunia dan rakyat Afghanistan kini tengah menghadapi kecemasan berlipat ganda. Baru ini Taliban se
berita-headline

Viral

Pasokan Obat-obatan dan Peralatan Medis dari WHO Tiba di Afghanistan

Pasokan obat-obatan dan peralatan medis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Afghanistan