https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 September 2021 - 10:14 wib

Pandemi Berpotensi Tingkatkan Masyarakat Kurang Aktivitas Fisik

Inersia
berita-headline

istimewa

Menurut hasil penelitan Riskesdas 2018 mengatakan 33,5 persen masyarakat masih kurang beraktivitas fisik dan pandemi berpotensi meningkatkan angka tersebut.

Padahal aktivitas fisik secara teratur dan asupan nutrisi lengkap untuk kebebasan bergerak telah terbukti bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Untuk itu, agar dapat teratur beraktivitas fisik, kita perlu memulai gaya hidup sehat tersebut dari sekarang.

“Berkurangnya aktivitas fisik di masa pandemi ini tidak hanya dapat menyebabkan risiko fisik seperti penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, tetapi juga dapat berujung ke risiko kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan tidur, stres, depresi, bahkan trauma," kata dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (10/09/2021).

Risiko ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam situasi pandemi, perilaku hidup sehat aktif harus tetap dilakukan karena merupakan investasi kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh di setiap tahapan kehidupan.

"Pada masa pandemi Covid-19, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gaya hidup sedentari mempunyai risiko dirawat di RS atau meninggal lebih besar apabila terpapar Covid-19 dibandingkan orang yang melakukan aktivitas fisik atau latihan fisik secara Baik Benar Terukur dan Teratur (BBTT)," tambahnya.

Penelitian ini menunjukkan adanya kaitan aktivitas fisik yang dilakukan secara BBTT dengan tingkat kebugaran yang pada akhirnya meningkatkan imunitas atau kekebalan seseorang terhadap penyakit.

Untuk mengukur tingkat kebugaran masyarakat, Kementerian Kesehatan RI telah membuat instrumen aplikasi SIPGAR yang mudah digunakan oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

“Sejalan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang diluncurkan sejak tahun 2017 untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari 3 sampai 5 kali per minggu. Untuk menggaungkan gerakan ini, dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dari berbagai pihak terkait. Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan partisipasi fonterra brands Indonesia dalam mengingatkan dan mendorong masyarakat untuk beraktivitas fisik meski rumah saja," paparnya.

Salah satu bentuk komitmen dalam mendorong masyarakat Indonesia konsisten beraktivitas fisik meskipun di rumah saja, terdapat kegiatan fisik anlene race, yaitu kompetisi Berlari, Berjalan dan Melompat selama 10 hari secara online yang dimulai bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tekan Penularan Covid-19, Testing Dilakukan 1 Juta Lebih dalam Seminggu

Angka testing COVID-19 Indonesia menunjukkan perkembangan sangat baik. Peningkatan angkanya konsi
berita-headline

Viral

UAH: Manusia Cenderung Ingin Hidup Lebih Lama

INILAHCOM kedatangan tamu istimewa pada Jumat, (13/08/2021). Dia adalah Ustaz Adi Hidayat (UAH) y
berita-headline

Empati

Dukungan Auto Sultan untuk Kesembuhan Naufan dari Osteosarkoma

Komunitas Auto Sultan mengungkapkan dukungannya untuk kesembuhan Naufan Fadhil. Seperti y
berita-headline

Viral

Penerapan Sertifikat Vaksin KRL, Masih Ada Warga yang Dilarang Masuk Karena Belum Vaksin

Kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 bagi pengguna Ker
berita-headline

Viral

Penerima Vaksinasi Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 62.166.916 Juta Orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis pert