https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 September 2021 - 15:23 wib

Ahli Ungkap Lima Langkah Tekan Angka Peningkatan Kasus Covid-19

Inersia
berita-headline

Dokumentasi INILAHCOM/ Agus Priatna

Masyarakat Indonesia patut bersyukur dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka kasus baru COVID-19 dapat ditekan.

Karena itu, agar kasus covid-19 tidak kembali naik seperti Juni-Juli lalu, meski PPKM kerap dilonggarkan maka setidaknya ada lima hal yang perlu dilakukan.

1.Orang yg menularkan harus di kurangi jumlahnya, dengan dua cara, yaitu menemukan mereka yang positf COVID-19 di masyarakat, walaupun tanpa gejala sekalipun. Untuk ini harus dilakukan kegiatan 3 T yaitu tes, telusur dan terapi serta isolasi secara maksimal.

"Penerapan 3 M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Kalau seseorang positif COVID-19 dan dia pakai masker dan menjaga jarak maka tentu kemungkinan menularkan penyakit menjadi agak lebih kecil, walaupun harusnya tentu di isolasi dan di karantina," kata Prof. Tjandra Yoga Aditama, selaku mantan direktur WHO Asia Tenggara, kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat, (10/09/2021).
 
2. Membatasi moda dan cara penularan, juga dengan dua cara. Pertama adalah dengan tetap menjaga ketat 3 M, yang jelas-jelas berperan amat penting dalam menurunkan kemungkinan tertular, sehingga harus terus diterapkan secara ketat dan nampaknya masih akan kita lakukan dalam jangka waktu panjang.

"Kemudian, melakukan pelonggaran PPKM secara amat bertahap dan berhati-hati, dengan memprioritaskan aspek perlindungan kesehatan masyarakat," tambah Guru Besar FK UI itu.
 
3. untuk mencegah kasus yang sudah cenderung turun ini tidak jadi naik lagi adalah dengan meningkatkan daya proteksi orang yang  akan mungkin tetular. Hal ini juga dengan dua cara. Memperbanyak distribusi vaksinasi.

"Selanjutnya, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, dengasn menerapkan CERDIK, Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok dan kebiasaan tidak sehat lain nya, Rajin berolah raga, Diit yang baik dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress," ujar Mantan Dirjen P2P Kemenkes RI.
 
4. Upaya ke empat yang harus dilakukan untuk mencegah ledakan kasus lagi adalah dengan mengamati secara ketat perkembangan data secara seksama dari waktu ke waktu.
 
5. Dari hasil pengamatan data ketat ini maka mungkin diperlukan upaya ke lima, yaitu pengetatan PPKM lagi jika diperlukan.

"Pengalaman yang lalu menunjukkan jumlah kasus baru kita pernah dibawah sekitar 2500, lalu secara terus naik sampai 10 kali lipat menjadi 27 ribu ketika 3 Juli 2021 baru diterapkan PPKM darurat. Di waktu mendatang, baiknya tidak perlu menunggu sampai 10 kali peningkatan, mungkin dua atau tiga kali peningkatan saja (atau maksimal lima kali peningkatan) maka pembatasan sosial sudah harus amat diperketat lagi," papar mantan Kepala Balitbangkes Kemenkes RI.
 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Semangat Vanesha Prescilla Dukung Remaja Vaksin Covid-19

berita-headline

Empati

Yuk, Dukung Gerakan Solidaritas Pekerja Industri Hiburan Terdampak Pandemi

berita-headline

Viral

Sudah 129 Orang Meninggal Akibat Wabah Meningitis di Kongo

Wabah meningitis di Provinsi Tshopo, Republik Demokratik Kongo, telah menewaskan 129 dari 267 ora
berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Dua Hari Berturut-turut, Kasus Positif COVID-19 Bertambah 10.000

Selama dua hari berturut-turut, kasus positif COVID-19 mengalami k