https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 September 2021 - 07:32 wib

DigiKU Jadi Solusi Pembiayaan UMKM Tanpa Terjerat Pinjol

Inersia
berita-headline

(ilustrasi)

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM harus segera masuk ke ekosistem digital sembari tetap fokus pada pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk bertransformasi ke ekosistem digital, mereka membutuhkan bantuan dan dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Sayangnya, sebagian dari mereka, tak lagi berpikir panjang untuk bisa mendapat pinjaman hingga berujung pada jeratan masalah baru yang lebih pelik. 

Kondisi tersebut terbukti, salah satunya, dengan terus bertambahnya orang yang akhirnya melapor sebagai korban dari menjamurnya pinjaman online ilegal atau yang dikenal dengan sebutan pinjol. 

Pinjol ilegal memang bermunculan bak sebuah solusi bagi pelaku UMKM yang menawarkan kemudahan dan kecepatan proses pengajuan pinjaman. Hanya KTP dan akses pada ponsel pribadinya, seseorang akan dengan mudah mendapat pinjaman bahkan hingga Rp 20 juta. 

Kemudahan dan kecepatan seperti ini sebelumnya tidak bisa diperoleh dari perbankan. Banyak masyarakat yang urung mengajukan kredit ke bank dan memilih pinjol karena menginginkan pencairan yang lebih cepat tanpa harus menyerahkan berlembar-lembar dokumen. Situasi yang kini akan dijawab oleh hadirnya Gerakan DigiKU. 

Menggandeng industri e-commerce, DigiKU membuka akses sangat luas bagi pelaku usaha yang sudah onboard di platform. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mendukung transformasi digital dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.

"Kami berharap digiKu dapat semakin menyasar para pelaku usaha secara daring dan mempermudah pengajuan pinjaman dengan suku bunga kredit yang rendah dan terjangkau, dengan jangka waktu yang sesuai," kata Perry di Jakarta, Kamis (16/9).

Gubernur BI ini juga berharap ada penyelarasan digiKU dengan QRIS agar semua transaksi pelaku usaha bisa tercatat secara digital. “Hal ini nantinya dapat menjadi parameter kredit scoring sehingga membantu pelaku usaha dalam mengajukan kredit,” katanya menambahkan. 

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyambut baik kerja sama ini karena akan sangat membantu pelaku usaha. “Kami berharap banyak pelaku UMKM yang akan terbantu. Selama penyelenggaraan Gernas BBI saja penambahan jumlah yang onboard ke platform e-commerce sudah mencapai 8 juta pelaku usaha. Belum lagi yang sudah lebih dulu onboard,” kata Bima. “Kami yakin ini akan secara signifikan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia."

Ketua Himbara, Sunarso,  menyatakan optimismenya. “Selain bisa membantu permodalan pelaku UMKM, kami juga berharap dapat menekan permasalahan yang disebabkan menjamurnya pinjol ilegal,” kata Sunarso.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kabar Baik dari Erick Thohir, Kini UMKM Bisa Ikut Tender Perusahaan BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan jangan sampai perusahaan BUMN
berita-headline

Viral

Ini 23 Perusahan Pinjol Ilegal yang Diamankan Polda Jabar

Polda Jawa Barat (Jabar) mengamankan puluhan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang dige
berita-headline

Inersia

Studi: Ekonomi UMKM Lebih Tumbuh Merespons Pandemi

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diyakini berperan dalam pemulihan ekonomi di masa krisis,
berita-headline

Viral

Kominfo Kaji Penyetopan Sementara Layanan Pinjol Baru

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan akan menerbitkan moratorium atau menyetop s
berita-headline

Viral

Komitmen Erick Thohir Komersialisasi Pelabuhan Benoa untuk Produk UMKM

Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen memberikan komersialisasi pe