https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   16 August 2021 - 06:27 wib

Tetap Sehat di Tengah Pandemi, Yuk Ikuti Tips Olahraga di Rumah

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM level 4 di Jawa dan Bali. Hal itu untuk menekan laju penularanan Covid-19.

Meski pusat perbelanjaan seperti mal mulai beroperasi, tempat olahraga masih menunggu restu untuk kembali dibuka.

Terus bagaimana kita bisa tetap menjaga kebugaran fisik di tengah pandemi?

Latihan fisik dapat dilakukan dengan hal yang paling mudah. Ini juga dapat dilakukan di rumah saja seperti misalnya berjalan, berlari, dan melompat.

"Untuk memastikan kita tetap memiliki kesehatan di saat ini dan di usia emas nanti, penting untuk menjaga gaya hidup sehat dan aktif sejak dini," kata dr. Angelica Anggunadi, SpKO., Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga saat temu media virtual, Anlene, Jakarta, baru-baru ini.

Namun untuk dapat mencapai kesehatan tubuh secara menyeluruh dan menghindari risiko terjadinya cedera olahraga, maka latihan fisik tersebut harus dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur, serta tercukupi nutrisi.

Tubuh membutuhkan asupan cairan dan nutrisi yang bisa mendukung kebutuhan energi dalam melakukan latihan fisik, dan membantu peningkatan kekuatan tulang, sendi dan otot seperti kalsium, kolagen, vitamin C dan juga protein, serta berbagai nutrisi tambahan seperti magnesium, zinc dan kalium.

Kalau mau melakukan latihan berjalan, berlari atau melompat dengan aman, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, perhatikan apakah saat ini sedang memiliki keluhan atau masalah di area pinggang ke bawah, ataupun di area tubuh lain namun keluhan dirasakan memberat atau semakin terasa saat melakukan latihan-latihan tersebut.

"Hal ini harus diperhatikan karena pada prinsipnya, kita harus menghindari dulu gerakan latihan apapun yang menyebabkan timbulnya keluhan rasa nyeri atau tidak nyaman," ujarnya.

Kedua, kondisi atau masalah kesehatan tertentu yg harus diwaspadai adalah adanya kondisi atau masalah metabolik. Misalnya darah tinggi, kencing manis, kelebihan kolesterol, stroke atau pada jantung.

"Konsultasikan semua kondisi ini kepada dokter sebelum memulai latihan untuk memastikan latihan yang dilakukan tidak memperburuk kondisi atau masalah kesehatan yang ada," tegasnya.

Ketiga, hal yang harus diperhatikan juga adalah tehnik latihan yang benar, khususnya dalam hal melakukan gerakan mendarat pada latihan lompat.

"Saat mendarat setelah melompat, pastikan kedua kaki dibuka selebar pinggul, kedua lutut tidak menekuk ke dalam dan tidak ditekuk terlalu banyak hingga posisi lutut terlalu maju ke depan (melebihi posisi jari-jari kaki)," ujarnya.(tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

100 Nakes Wisma Atlet Akan Liburan Plus Sosialisasi

Sedikitnya 100 tenaga kesehatan (nakes) RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat
berita-headline

Viral

Aturan Baru Penerbangan, Ada Pemain Kuat Bisnis Tes PCR?

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menilai kewajiban tes polymerase chain reaction (PCR)
berita-headline

Viral

32 Wilayah PPKM Jawa-Bali Statusnya Memburuk

Sejak dilakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 Oktober
berita-headline

Inersia

Kenali Penyakit Autoimun yang Serang Imunitas Diri Sendiri

Meningkatnya kasus penderita autoimun belakangan ini didukung oleh data The Lupus Foun
berita-headline

Inersia

Tiga Program Utama untuk Target Pengendalian Covid-19

Upaya keras untuk mewujudkan target dan program pengendalian covid-19 terus digenjot. Sud