https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 September 2021 - 11:56 wib

Mengenal Anuerisma Otak yang Sebabkan Pendarahan

Inersia
berita-headline

istimewa

Aneurisma otak mungkin banyak yang belum memahaminya. Namun diperkirakan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini.

Aneurisma otak merupakan kondisi dimana dinding pembuluh darah otak melebar atau menonjol (ballooning) akibat lemahnya dinding pembuluh darah tersebut. Jika aneurisma ini pecah dapat mengakibatkan kondisi fatal yaitu perdarahan otak (subarachnoid) dan kerusakan otak.

Pecahnya aneurisma ini diperkirakan dialami oleh 1 orang setiap 18 menit. Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala, sehingga dianjurkan untuk melakukan brain check- up secara rutin.

Beberapa orang terkenal pernah mengalami pecah aneurisma otak diantaranya, Sharon Stone, Emilia Clarke (Game of Throne), Dr. Dre, Neil Young. Dampaknya pun bisa dibilang tidak ringan.

Aneurisma memang tidak selalu berujung pada kematian. Namun kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak.

Itu sebabnya, pada tahun 2021 ini, Brain Aneurysm Awareness Month yang jatuh setiap bulan September setiap tahunnya, mengangkat tema Raising Awareness, Supporting Survivors, Saving Lives.

“Selain meningkatkan awareness masyarakat akan aneurisma otak ini, kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia juga harus ditingkatkan agar dapat mendeteksi dini, melakukan edukasi pencegahan, dan penanganan komprehensif aneurisma terutama pada penderita yang telah mengalami pecahnya aneurisma otak, atau akan lebih baik bila dapat ditangani sebelum aneurisma tersebut pecah” jelas dr. Abrar Arham, SpBS, Jakarta, Senin, (20/09/2021). 

Indonesia khususnya Jakarta, memiliki Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) yang saat ini menangani kurang lebih 100 kasus aneurisma otak setiap tahunnya.

“Penanganan kasus aneurisma otak ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin melibatkan dokter bedah saraf, neurointervensionist, neurologist, intensivist, dan lain sebagainya. Disamping itu diperlukan berbagai peralatan dan fasilitas penunjang yang memadai dan mutakhir agar kita dapat menangani kasus aneurisma otak dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik,” lanjutnya.

Penanganan aneurisma dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain operasi bedah mikro (clipping aneurisma) atau dengan teknik minimal invasif endovaskular (coiling aneurisma).

Untuk mengevaluasi secara detail kelainan pembuluh darah otak ini, seringkali kita membutuhkan pemeriksaan DSA (Digital Subtraction Angiography), yang hasilnya dapat membantu menentukan jenis terapi terbaik untuk menangani kasus aneurisma ini.

Dokter Abrar juga memaparkan teknologi minimal invasif (endovaskular) untuk tatalaksana aneurisma ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Salah satu perkembangan terkini yaitu pemasangan Cerebral Flow Diverter untuk pengobatan aneurisma yang angka keberhasilannya sangat tinggi hingga 95 persen. Metode ini sudah mulai diterapkan di rumah sakit PON dalam beberapa tahun ke belakang.

Keunggulan teknologi ini adalah:

1. Prosedur relatif cepat

2. Pasca-tindakan tidak perlu perawatan ICU

3. Mengurangi lamanya rawat inap

4. Lebih nyaman untuk pasien

5. Tidak ada luka sayatan

“Dengan hadirnya Aneurysm Awareness Month ini, saya berharap masyarakat lebih aware akan penyakit ini dan mau melakukan pemeriksaan brain check-up secara rutin, sehingga kasus-kasus aneurisma otak di Indonesia dapat ditangani sebelum pecah dan membantu mencegah kecacatan dan kematian akibat penyakit ini,” tambahnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Jaga Kesehatan Kulit Anak Agar Tidak Terjadi Ruam Popok

Memiliki bayi adalah sebuah momen paling menyenangkan juga menegangkan bagi setiap ora
berita-headline

Viral

Masyarakat Patuh jadi Kunci Atasi Gelombang Kedua

Untuk mencegah lonjakan kasus, cakupan vaksinasi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta
berita-headline

IXU

Menyikapi Dampak Belajar Daring pada Anak

Mengingat saat ini penggunaan terhadap gadget / gawai pada anak semakin tinggi. Terlebih anak-
berita-headline

IXU

Mengapa Merokok Dapat Meningkatkan Risiko Bila Terkena Covid-19?

Merokok menjadi perilaku yang kerap dilakukan tidak sedikit orang di Indonesia. Lantas, apa penga
berita-headline

Viral

Segala Jenis Pengobatan COVID-19 Wajib Uji Klinis

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, Indonesia bers