https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 September 2021 - 13:48 wib

Umur 19 Tahun Buat Pesawat, Kalian Sudah Sampai Mana?

Inersia
berita-headline

BJ Habibie Diusia 19 Tahun Sudah Buat Pesawat Terbang Remote Control

Banyak anak muda di usia belasan sudah menjadi pahlawan, menginspirasi dan jadi panutan. Pencapaian serta prestasinya jauh di atas anak muda kebanyakan.

Masih ingat Emma Raducanu, Petenis muda Inggris yang sukses mengklaim mahkota US Open saat usianya 18 tahun. Mengantongi hadiah uang setara Rp35 miliar. Namun cerita perjuangannya berangkat dari babak kualifikasi hingga tampil sebagai juara bakal jadi cerita bersejarah disamping pencapaian bergengsinya.

Dari Indonesia, banyak juga pemuda yang punya prestasi menterang diusia belasan. Namun kali ini, penulis ingin mengangkat kisah bersejarah seorang pemuda Indonesia pada masanya yang sukses menggaungkan nama Indonesia di luar negeri dari penemuannya. Hingga akhirnya disebut sebagai 'Bapak Pesawat' Indonesia.

Dia adalah Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih sering disapa B.J. Habibie, Presiden Indonesia ke-3. Saat menonton film animasi Adit Sopo Jarwo, sosok 'eyang' Habibie ditampilkan sebagai inspirasi. Bercerita tentang pesawat yang digagas, sampai perjuangannya membuat pesawat asli buatan dalam negeri. Adit dan teman-temannya dibuat kagum bersemangat dengan ide eyang Habibie tentang pesawat terbang.

Banyak kisah menarik yang bisa diambil semasa hidup tokoh kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 tersebut. Habibie muda memang pintar, bahkan jenius untuk pemuda seusianya. Dengan IQ 160, Habibie 'terlalu' menonjol dibanding teman-teman sekolahnya.

Habibie muda merupakan salah satu anak muda Indonesia yang memiliki semangat juang tinggi dalam ilmu pendidikan. Melanjutkan pendidikan di Jerman bisa dibilang sebagai salah satu keputusan hidup yang menantang dalam hidup beliau.

Sebelum melanjutkan pendidikan di Jerman, sebenarnya Habibie sudah mengambil kuliah elektro di ITB selama 6 bulan. Namun setelahnya, beliau memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 dan S2 nya di Jerman. Beliau bertekad menjadi orang yang berguna bagi bangsanya dan memiliki cita-cita untuk membuat pesawat terbang yang bisa membawa rakyat Indonesia ke titik-titik maritim luas di Indonesia. Tentunya beliau ingin mimpi ini diwujudkan dengan keringat rakyat bukannya biaya hasil ekspor sumber daya alam atau utang luar negeri. Berawal dari cita-cita mulia inilah beliau melanjutkan mimpinya di Jerman.

"Ini saya usia 19 tahun di Jerman. Saya buat pesawat terbang remote control itu yang saya pegang. Kalau jatuh ya jatuh, tapi bapak harus tahu, kalau saya bisa buat itu pada waktu itu hanya main. Sekarang makro elektrik bisa melayang, kita bisa rekayasa tapi tidak bisa angkut manusia," kata Habibie dalam pertemuan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Sebagai negara kepulauan, menghadirkan pesawat yang dapat diproduksi sendiri adalah keharusan. Tapi dia optimis Indonesia bisa mengembangkan pesawat terbang yang pernah dibuktikannya itu."Untuk bisa buat pesawat terbang, high complex. Waktu itu saya belum S1, tapi sudah bisa menghitung (kebutuhan pesawat terbang dalam negeri). Jadi saya bersyukur anak-anak muda antusias," ucap Habibie.

Karena ambisinya membuat pesawat, Habibie sampai menetap di Hamburg, Jerman dan bekerja di perusahaan Messerschmitt-Blkow-Blohm yang memproduksi helikopter. Selama bekerja di sana, Habibie melakukan serangkaian riset mengenai pesawat.

Atas karyanya itu, Habibie mendapat penghargaan dari berbagai institusi di beberapa negara, seperti Jerman, Malaysia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Prancis dan Swedia. Bahkan pemerintah Jerman memberikan hak istimewa untuk Habibie, berupa berupa bebas visa dan kebebasan izin tinggal.

Karena prestasinya ini, Presiden RI ke-2 Soeharto akhirnya memberikan kepercayaan pada Habibie. Tahun 1978, Soeharto mengangkat Habibie sebagai menteri Negara Riset dan teknologi. Selama menjadi menteri, Habibie mencetuskan membuat pesawat nasional oleh PT Dirgantara Indonesia. Pesawat inilah yang bernama N-250 Gatot Kaca. Pesawat tersebut kemudian dipertunjukkan pada tahun 1995.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Alasan Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Kualanamu

Pesawat Batik Air seri Airbus A-330 terbang dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh
berita-headline

Viral

Ini Syarat Terbaru Penumpang Pesawat

Setelah kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah kem
berita-headline

Viral

Pintu Masuk Penerbangan Asing Hanya di 2 Bandara

Pemerintah memberikan aturan kedatangan penerbangan internasional yang hanya diizinkan di dua ban
berita-headline

Viral

Lokasi Hamas Diserang Pesawat Tempur Israel

Lokasi Hamas di Gaza diserang 
berita-headline

Hangout

Kisah Sukses Erwin Laisuman yang Bisa Dicontoh Anak Muda

Kehidupan bagi roda, kadang di atas kadang di bawah. Hal ini pernah dialami Youtuber dan trader E