https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   21 September 2021 - 04:35 wib

Mengenal Penyakit Alzheimer Beserta Gejalanya

Inersia
berita-headline

(ilustrasi)

September adalah Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimers Month) karena seluruh dunia memperingati Hari Alzheimer Sedunia (World Alzheimers Day) yang jatuh tiap tanggal 21 September.

Perayaan tersebut bertujuan agar masyarakat meningkatkan kesadaran akan penyakit ini.

Penyakit Alzheimer sendiri merupakan hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian. Depresi dan perubahan perilaku merupakan gejala awal alzheimer yang kerap muncul, sebelum penderita mengalami masalah hilang ingatan atau kepikunan.

Namun, masih banyak orang tidak tahu penyakit Alzheimer. Karena itu, gejala awal penyakit ini pun jarang disadari oleh orang-orang.

Menurut data statistik dari Alzheimer's Disease International, pada tahun 2016, orang dengan demensia di Indonesia berjumlah 1,2 juta jiwa, dan diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 1,9 juta dan 2050 menjadi 4 juta jiwa.

***

Sebagian orang masih beranggapan bahwa demensia atau pikun merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Padahal jika dibiarkan lebih lanjut penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Dalam rangka memperingati World Alzheimers Month tahun ini, Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) kembali mengedukasi masyarakat seputar masalah demensia.

Demensia sendiri merupakan gejala penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Sedangkan demensia Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat dan pengambilan keputusan seseorang dan biasa disebut pikun.

Orang dengan Alzheimer mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif menurun.

Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan namun tidak bisa disembuhkan secara total.

Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf ketika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer.

Berikut ini adalah gejala demensia Alzheimer, seperti dikutip dari keterangan ALZI:

- Gangguan daya ingat

Salah satu gejala paling menonjol adalah sering lupa akan berbagai hal seperti hal yang baru saja terjadi, tempat parkir, hingga janji.

Selain itu, orang dengan demensia juga cenderung mengulang-ulang cerita yang sama dalam suatu percakapan.

- Sulit melakukan kegiatan yang familiar

Gejala lain yang ditunjukkan oleh orang dengan demensia adalah kesulitan untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari seperti bingung cara mengemudi atau mengatur keuangan.

- Sulit fokus

Orang dengan demensia biasanya menunjukkan gejala sulit untuk fokus termasuk pada pekerjaan sehari-hari seperti memasak.

Akibat kesulitan fokus , orang dengan demensia sulit untuk melakukan perhitungan yang sederhana dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk melakukan suatu pekerjaan.

- Disorientasi

Mengalami disorientasi atau kebingungan akan waktu merupakan bagian dari gejala yang kerap ditunjukkan orang dengan demensia.

Disorientasi ini juga tak hanya terkait waktu tetapi juga pada tempat sehingga sering tidak tahu jalan pulang ke rumah.

- Perubahan perilaku dan kepribadian

Emosi yang berubah secara drastis juga menjadi pertanda dari Alzheimer. Mereka seringkali menjadi bingung, curiga, depresi ataupun menjadi tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga.

Tak jarang, orang dengan demensia merasa mudah kecewa dan putus asa baik di rumah ataupun dalam pekerjaan.

- Salah membuat keputusan


Ciri yang paling menonjol lainnya adalah berpakaian tidak serasi, contohnya kaos kaki yang berbeda warna kiri dan kanan. Orang dengan demensia juga cenderung tak bisa merawat diri.

- Menarik diri dari pergaulan

Kehilangan semangat ataupun inisiatif untuk melakukan suatu aktivitas ataupun hobi yang biasa dinikmati.

Hal ini sering dibarengi dengan hilangnya semangat untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan teman.

- Kesulitan memahami visuospasial

Kesulitan yang dihadapi oleh orang dengan demensia adalah kesulitan membaca, mengukur jarak dan menentukan jarak.

Kesulitan lain yang dialami oleh orang dengan demensia adalah membedakan warna, tidak mengenali wajah sendiri di cermin, menabrak cermin saat berjalan hingga tidak tepat saat menuangkan air ke dalam gelas.

- Gangguan komunikasi

Orang dengan demensia akan kesulitan untuk berbicara dan mencari kata yang tepat. Karena itu, mereka tak jarang berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkan kalimat.

- Menaruh barang tidak pada tempatnya

Lupa di mana meletakkan sesuatu merupakan gejala lain dari orang dengan demensia. Tak jarang, mereka akan menuduh orang lain mencuri atau juga menyembunyikan barang tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Kenali Tiga Konsep Kurangi Risiko Penyakit

Kesehatan kini menjadi hal yang paling utama menarik perhatian. Terlebih pada saat pandemi covid-
berita-headline

Inersia

Kenali Penyakit Autoimun yang Serang Imunitas Diri Sendiri

Meningkatnya kasus penderita autoimun belakangan ini didukung oleh data The Lupus Foun
berita-headline

Empati

Bantu Naufan Sembuh, Harapan Hidup Pengidap Osteosarkoma Muda Lebih Banyak

Osteosarkoma adalah tumor ganas tulang primer yang berasal  dari sel mesenkimal primitif yan
berita-headline

IXU

Kenali Perbedaan Penyakit Maag dan GERD

Suka bingung sakit maag atau gerd. Apa sih bedanya maag dengan Gerd?Jawaban:
berita-headline

Rileks

Tiga Sumber Penyakit yang Timbul Pasca Banjir

INILAHCOM, Jakarta - Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh tiga jenis. P