https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   21 September 2021 - 21:15 wib

Merekam Jejak Anies dan Prasetio di KPK, Laporan Pandangan Mata

Inersia
berita-headline

Hari ini, Selasa (21/9/2021), KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Hari ini, Selasa (21/9/2021), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi.

Info ini memang sudah beredar luas sehari sebelumnya setelah KPK merilis jadwal pemeriksaan keduanya di kasus dugaan korupsi pengadaan Tanah Munjul, Jakarta Timur.

Tadi pagi, saya biasa saja dengar bekerja dari kantor, memantau percakapan publik dari layar komputer. Sampai handphone chief editor berbunyi, 'siap, siap, siap' kata-kata itu saja yang terdengar dari mulut chief. Setelah panggilan diakhiri, barulah jelas, ada 'perintah langit'.

Setelah berdiksusi kecil di meja redaksi, saya ditugasi meliput langsung ke TKP. Dalam hati, senang juga sih kembali liputan ke lapangan. Bertemu teman-teman yang biasa liputan di KPK.

OTW KPK

Jam ditangan menunjukkan 09.50 WIB, padahal infonya, Anies dan Pras bakal datang jam 10.00 WIB.

Tak mau ketinggalan momen, saya pecut sepeda motor, dari Rimba 42-Gedung Merah Putih KPK. Demi laporan pandangan mata.

Sampai diparkiran motor, wartawan di depan Gedung KPK sudah ramai bergerombol. Mobil-mobil pejabat tampak sudah rapi terparkir, 'berarti Anies dan Pras sudah datang'.

Benar saja, saat tiba tepat di lokasi doostop, wartawan sudah tak lagi bergerombol. Mereka berpencar mencari tempat nyaman untuk mendengarkan rekaman. Menulis naskah, atau mengedit gambar.

Saya hanya diam, celingak-celinguk cari kenalan. Berharap dapat rekaman. Misi pandangan mata tak berhasil. Keduanya sudah masuk ke ruang pemeriksaan.

Kalau hanya berita, foto, aman sih. Tapi saya butuh pandangan mata. Jadi saya niatin dalam hati, bakal saya tungguin keduanya pas keluar nanti.

Sejak masuk jam 10.00 WIB, dua jam sudah saya nunggu bersama puluhan wartawan. Duduk, ngopi, ngeroko, repeat.

Belum ada tanda-tanda dua 'target' akan keluar dari KPK. Pemeriksaan di KPK memang tidak bisa diprediksi. Kadang cepat, kadang lama, kadang sampai larut malam. Tak jelas acuannya. Sebelum Anies dan Pras, Wakil Ketua KPK M Taufik lebih dulu diperiksa KPK. Waktu itu, butuh waktu hingga enam jam untuk penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap M Taufik.

Kasus Korupsi Tanah
Sambil menunggu Anies dan Pras keluar, bolehlah di ceritakan kembali perjalanan kasusnya.

Pada 27 Mei, KPK menetapkan empat orang menjadi tersangka korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

Mereka adalah Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles; Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian; Wakil Direktur PT AP, Anja Runtuwene; dan tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

Awalnya PD Sarana Jaya melakukan kegatan pengadaan untuk bank tanah. PT AP menjadi salah satu perusahaan yang terlibat pengadaan. Pada 8 April 2019, dilakukan penandatanganan kesepakatan jual-beli di depan notaris antara Yoory dan Anja, selaku pihak penjual.

Saat perjanjian itu, Yoory langsung memerintahkan transfer uang sebanyak 50 persen dari harga tanah kepada Anja Rp 108,9 miliar. Beberapa waktu kemudian, Yoory kembali memerintahkan pembayaran sebanyak Rp 43,5 miliar.

Belakangan, KPK menduga proses jual-beli itu menyalahi aturan. KPK menduga pembelian dilakukan tanpa kajian kelayakan dan tidak dilakukan kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan aturan. Selain itu, KPK menduga telah terjadi kesepakatan harga awal, sebelum negosiasi dilakukan.

KPK menengarai keempat tersangka mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp152,5 miliar.

Pada 14 Juni 2021, KPK menjerat tersangka baru dalam kasus ini. Ia adalah Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI).

13.30

Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi keluar lagi ruang pemeriksaan. Setelah menukar ID di respsionis, Pras beranjak ke pintu keluar. Berbeda dengan saat masuk, Pras menjawab banyak pertanyaan wartawan seputar pemeriksaan.

Namun, Politisi PDIP ini menjawab serbuan pertanyaan wartawan sambil berjalan meninggalkan Gedung KPK. Jadi, harus ekstra untuk mendapatkan gambar sekaligus suaranya.

Berikut daftar pertanyaan dan jawaban Pras.
Pak Pras gimana soal pemeriksaan?
Ditanya soal mekanisme aja mengenai penganggaran dari RPJMD sampai....itu aja

Berapa pertanyaan?
Sedikit lah. Ada enam

Mementingkan formula E daripada Covid?
Aaa gitulah ya...

Pengetahuan soal proses?
Biasanya sebagai ketua banggar, saya menjelaskan.

Soal PMD 1 triliun?
Semua dibahas didalam komisi. Dan didalam komisi apakah itu diperuntukan utk ini. Namanya dia minta selama itu dipergunakan dengan baik ga ada masalah. Pembahasan-pembahasan itu langsung sampai ke banggar besar. Di banggar besar kita gelondongan itu saya serahkan kepada eksekutif. Nah itu eksekutif yang tanggung jawab.

Tapiko bisa gitu ga di rapatin tanah itu?
Kalau dirapatin semua dirapatin di badan anggaran.

Ko bisa keluar sendiri tanpa dirapatin dananya?
O engga semua dirapatin semua pakai mekanisme.


Sambil jalan......

Ada yang kenal sama salah satu tersangka?
Saya engga ada yang kenal. Karena pada saat itu, pelaksana badan anggaran bukan saya pak Triwicaksana karena koltif kolegian gitu. Pada saat itu ada defisit anggaran sebesar Rp18 triliun. Saya sisir sampai surplus Rp1Triliun.

Setelah itu gelondongan saya kasih ke eksekutif. Itu aj tugas saya.

Jadi intinya gimana pak?
Itu pembahasannya anggaran selesai, tanya pak gubernur aja nanti.

Demo Irit
Disela-sela menunggu Anies keluar, sayup-sayup terdengar orasi dari depan Gedung KPK. Mengatasnamakan mahasiswa peduli korupsi, beranggotakan empat orang, mereka membentangkan spanduk bergambar foto M.Taufik. Agak nggak nyambung dengan yang diperiksa hari ini.

Karena hanya berempat, tak ada kamera wartawan yang melirik. Mending duduk nunggu Anies.

15.10 Anies Beda
Jika Pras keluar dikerubungi wartawan sampai ke pintu mobil, Anies beda. Dia menyiapkan stand mic dihadapan wartawan. Anies tampak siap menjawab semua pertanyaan wartawan usai dirinya memenuhi panggilan KPK.

Pukul 15.10 WIB, Anies keluar dari Gedung KPK. Dia melepas maskernya, dia menuju stand mic-nya.

Alhamdulillah sudah selesai memenuhi panggilan untuk membetikan keterangan. Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta. Pertanyaannya menyangkut landasan program dan seputar peraturan-peraturan yang ada di Jakarta. Lalu ada 9 pertanyaan yang sifatnya biografi formil seperti tanggal lahir dsb.

Tadi sudah selesai sekitar pukul setengah 1, tapi mereview. tuntas itu semua kira-kira jam 3-an. Saya berharap penjealsan yang tadi kami sampaikan bisa bermanfaat bagi KPK untuk menegakkan hukum, menghadirkan keadilan, dan memberantas korupsi. Harapannya bisa membantu KPK menjalankan tugas.

Menyangkut substansi biar KPK yang menjelaskan. Dari sisi kami dari program saja.

Selepas menyampaikan pernyataannya, Anies melambai pergi meninggalkan Gedung KPK. Tak ada kerumunan wartawan yang mengelilinginya pergi dari KPK.

Setelah keduanya pulang, dapat keterangan, tinggal menunggu update pemeriksaan dari Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Tapi, biasanya update pemeriksaan akan disampaikan keesokan hari, pagi-pagi. Jadi, misi di KPK hari ini sudah selesai.

Komentar (1)

komentar terkini

berita-profile
4 pekan lalu
Rizal Jefrisani :
Mantap

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Novel Baswedan, dari Penyidik Senior Kini Jadi YouTuber

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai melakukan aktivita
berita-headline

Viral

Giring Selalu Nyinyiri Anies Baswedan, Dibalas Begini Tanggapan Oleh Personel Nidji

Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mendapatkan komentar yang menghe
berita-headline

Viral

Jual Beli Jabatan Masih Marak, 1 Dari 5 PNS Akui Ada Nepotisme Saat Rekrutmen

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masalah nepotisme dalam jual beli jabatan saat pene
berita-headline

Viral

DKI Siapkan Beasiswa untuk 28 Anak-Anak Nakes yang Meninggal

Para tenaga kesehatan (nakes) di DKI Jakarta banyak yang berguguran saat bertugas melayani pasien
berita-headline

Viral

Mantan Pegawai KPK Ungkap Niat Dirikan Parpol yang Bersih

Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang mengungkap niatnya membentuk