https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 September 2021 - 10:46 wib

Aksi 'Siksa Penjara' Napoleon Bonaparte Minim Simpati

Inersia
berita-headline

Aksi 'Siksa Penjara' Napoleon Bonaparte Minim Simpati

Aksi penganiayaan menjijikkan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Youtuber Muhammad Kace mendapat respon beragam. Ada yang mendukung karena dianggap mewakili suara muslim yang agamanya dinistakan M.Kace. Ditambah Napoleon juga membuat surat terbuka bahwa alasan penganiayaan adalah membela agama. Tetapi ada juga yang tak terima aksi main hakim sendiri jenderal polisi tersebut.

Apalagi setelah kepolisian merilis hasil pemeriksaan terhadap Napoleon. Dimana Napoleon dengan mudahnya meminta penjaga sel menukar gembok sel M.Kace. Tak ada yang berani mencegah aksi 'siksa penjara' Napoleon tersebut karena dipundaknya maish terpasang bintang dua, jenderal kepolisian.

Napoleon dianggap tidak berhak menghakimi Kace karena keduanya sama-sama tahanan. Polisi akhirnya mengirim Napoleon ke sel isolasi untuk kepentingan saksi-saksi dan proses penyidikan.

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (Pemuda Muhammadiyah) melalui Ketua Umumnya Cak Nanto merespon atas tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh Irjen Napoleon kepada Muhammad Kece, seorang tersangka penodaan agama. Menurut Cak Nanto, tindakan Irjen. Napoleon yang diduga melumuri wajah Muhammad Kece dengan kotoran manusia adalah tindakan main hakim sendiri, apalagi Muhammad Kece sementara ini sedang menghadapi proses hukum.

"Main hakim sendiri itu tidak dibenarkan dengan alasan apapun, karena kita hidup dalam Negara hukum, ada aturan main yang mengatur kita sebagai warga Negara. Apabila terdapat seorang warga Negara yang diduga melakukan pelanggaran terhadap hukum, maka Negara mempunyai mekanisme untuk memberikan sanksi atau hukuman atas pelanggarannya tersebut dengan tetap menghormati adanya prinsip perlindungan terhadap hak asasi manusia," kata Cak Nanto.

"Pemuda Muhammadiyah mendukung penegakan hukum terhadap dugaan aksi kekerasan yang dilakukan Irjen. Napolen juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dan main hakim sendiri terhadap potensi isu-isu yang berkaitan dengan agama, kita percayakan kepada pihak Kepolisian dan aparat penegak hukum lain untuk menangani berbagai potensi permasalahan tersebut dan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," Tutup Cak Nanto.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud, tidak membenarkan tindakan Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya Muhammad Kece atau Kace dengan alasan membela agama. Jika Irjen Napoleon tak suka Kace menista agama, seharusnya Napoleon mendakwahi bukan memukul."Alasan apa saja, kalau itu untuk berbuat kekerasan terhadap orang lain, itu tidak dibenarkan," kata Marsudi saat dihubungi.

Menurut Marsudi, pendekatan Islam bukanlah pendekatan kekerasan. Namun, pendekatan dakwah dengan cara damai."Itu agama sifatnya hidayah dari Allah. Maka pendekatannya dengan dakwah, bukan dengan kekerasan. Kalau (perbuatan) alasan agama, pendekatan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan," katanya.

Jika ada orang yang berbuat salah dan melenceng dari agama, maka seharusnya tidak boleh dikasari."Didakwahi, diajarkan, karena agama itu hidayah," katanya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Irjen Napoleon Diperiksa Propam Polri

Irjen Pol Napoleon Bonaparte diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri hari ini Rabu (2
berita-headline

Viral

Soal Ceramah UAH Disinggung PWNU Jatim, Cak Nanto: Kami Harap Pahami Secara Utuh Ceramahnya

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau Cak Nanto mengajak semua tokoh agama u
berita-headline

Viral

Polisi Segera Periksa Napoleon Bonaparte

Penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus dugaan penganiay
berita-headline

IXU

Cara Dapatkan Beasiswa LPDP untuk Santri dan Kader Ulama 2021

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran beasiswa bagi Santri dan kad
berita-headline

Viral

Kesimpulan Gus Nur 10 Bulan Dibui dan Bebas Tanpa Diskon

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Ba