https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 September 2021 - 13:51 wib

Tips Mengatasi Gangguan Tidur atau Somnipati

Inersia
berita-headline

P2PTM Kemenkes

Apa yang harus dilakukan apabila mengalami gangguan tidur? Mengapa manusia mengalaminya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mengemuka saat edukasi bincang sehat yang diadakan secara virtual via aplikasi Zoom oleh tim manajemen Siloam Hospitals Jantung Diagram, Selasa (21/9/2021).

Pada edukasi bertajuk 'Gangguan Tidur', dr Ruth Katrin Goldina Siloam Hospitals Jantung Diagram mengatakan, gangguan tidur dapat diatasi dan disembuhkan atau diatasi melalui dua hal, yaitu melakukan konsultasi kepada dokter atau merubah pola/kebiasaan beraktivitas dengan dukungan sejumlah faktor yang membuat aktifitas tidur menjadi nyaman.

"Langkah pertama jika sulit tidur telah mengganggu kenyamanan beraktivitas, maka lakukan konsultasi pada dokter, psikolog atau psikiater. Dan konsultasi ini pun dilihat dari kasus dan keluhan pasien," kata dr Ruth.

Untuk persiapan konsultasi, dia menyarankan agar pasien pengidap gangguan tidur atau Somnipati menyiapkan catatan guna mendeskripsikan penyebab gangguan itu terjadi.

"Misalnya menyiapkan catatan harian berisikan lamanya waktu saat tertidur, lamanya waktu saat kondisi terbangun, keluhan yang dirasakan dan sejauh mana rasa ketidaknyaman," ujar dr Ruth kepada puluhan viewer yang menyaksikan bincang edukasi ini.

Dengan rincian catatan ini, dokter atau psikiater dapat menentukan langkah tepat guna mengatasi dan menyembuhkan gangguan sulit tidur.

Adapun pasca-konsultasi, dokter akan melakukan tindakan pada pasien gangguan tidur, antara lain memberi obat dengan dosis terukur, mengarahkan pasien guna memperbaiki pola aktivitas, dan faktor lingkungan kamar tidur dan lainnya.

"Apabila ditemukan penyakit penyerta, tak kalah penting adalah mengobati penyakit tersebut yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Misalnya penyakit pada organ saraf, pencernaan pun pada gangguan sendi. Itu termasuk faktor pada gangguan tidur," papar dr Ruth.

Hal Umum Seputar Gangguan Tidur

Mengacu pada The Institute for Fungtional Medicine, faktor non-medis guna mengatasi gangguan tidur, dapat diatasi dengan memenuhi beberapa hal, seperti temperatur berkisar 24-26 derajat Celcius, keadaan lingkungan tempat tidur kurang cahaya redup bahkan gelap biasanya lebih nyaman, lingkungan yang tenang dan tidak bising, warna ruangan yang lembut kenyamanan dari kualitas kasur terbaik, serta ruangan tidur yang bersih dan sehat.

"Gangguan tidur atau Somnipati di golongkan menjadi beberapa jenis, yaitu parasomnia, pengalaman atau perilaku aneh selama tidur (sleep walking, nightmare). Kemudian Dysomnia, gangguan terkait durasi, kualitas dan waktu saat tertidur (insomnia, hypersomnia, narkolepsi). Apnea obstruktif, dikarenakan lemahnya otot faring yang menyebabkan kolepsnya saluran napas atas selama tidur berlangsung, umumnya mendengkur hebat, terengah-engah, tersedak dan lainnya," jelas dr Ruth.

Sebagai tambahan tips guna mendapatkan rasa nyaman saat tidur, dr Ruth Katrin Goldina menyarankan saat waktu malam, konsumsi makan agar tidak terlalu kenyang dan lakukan mengkonsumsi makanan 2 atau 3 jam sebelum waktu tidur di malam hari.

Mengenai tidur siang yang baik dan tidak akan mengganggu kualitas tidur pada malam harinya adalah tidur siang optimal hanya 30-45 menit dan usahakan waktu bangun tidak lebih dari pukul 14.00.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Angka Kematian Covid-19 Hilang Kemana?

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan beberapa tanggapan terk
berita-headline

IXU

Kapan Status Endemi Covid-19 Bisa Dicapai di Indonesia?

Kapan Indonesia keluar dari situasi pandemi menjadi endemi covid-19?Jawaban:
berita-headline

IXU

Mengapa Merokok Dapat Meningkatkan Risiko Bila Terkena Covid-19?

Merokok menjadi perilaku yang kerap dilakukan tidak sedikit orang di Indonesia. Lantas, apa penga
berita-headline

IXU

Menilik Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 di PON XX

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021. Pada pe
berita-headline

Viral

Guru Besar FK UI Sarankan 7 Langkah Penting Atasi Kasus Covid-19 di PON XX Papua

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX menimbulkan 29 kasus positif covid-19. Sat