https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 September 2021 - 14:02 wib

Cemas Soal Keuangan? Anda Butuh Terapis

Inersia
berita-headline

istimewa

Kerap mengalami kecemasan dan stres dengan masalah keuangan, sudah saatnya anda membutuhan terapis. Namun terapis yang dimaksud bukanlah yang mahir dalam memijat badan saat pegal-pegal, melainkan terapis keuangan.

Terapis keuangan dibutuhkan untuk membantu orang-orang yang bermasalah dengan keuangan mereka. Adalah Megan McCoy, Direktur Program Master Perencanaan Keuangan Pribadi di Kansas State University.

Selama menjalani profesi tersebut ia menemukan beberapa fakta banyaknya orang yang stres karena tagihan pembayaran.

"Bicara adalah kuncinya. Kecemasan apa pun, termasuk tentang uang, dapat meracuni pikiran jika dibiarkan. Itu perlu dikeluarkan," katanya, mengutip National Geographic

Idealnya adalah bertemu dengan terapis keuangan dan membicarakannya. Menurutnya, terapis keuangan bisa siapa saja selama orang tersebut bisa dipercaya dan mampu menyelesaikan permasalahan khususnya finansial.

Jika sudah bisa terbuka dan membicarakan tentang uang, maka langkah selanjutnya adalah membuat rencana keuangan. Meskipun situasi keuangan dinilai tidak sempurna, tapi dengan adanya rencana keuangan tentu akan lebih terarah.

Rencana keuangan bisa dimulai dengan hal-hal kecil, misalnya dengan mencatat setiap pengeluaran dan mengevaluasi diri atas pengeluaran selama satu pekan atau satu bulan.

Ada juga orang yang berhasil mengatasi masalah keuangannya dengan bantuan aplikasi. Contohnya aplikasi pinjaman online (pinjol), tapi pinjol yang resmi dan terdaftar, bukan pinjol ilegal.

"Uang merupakan masalah sensitif, jadi pembiasaan mungkin bisa membantu," tandasnya.

Berikut beberapa tips mengelola keuangan agar lebih terorganisir secara tepat dan bijak:
1. Miliki Dana Darurat
Dana darurat atau dana cadangan dibutuhkan saat kondisi darurat atau kondisi kantong pas-pasan.

Idealnya dana darurat bisa mencukupi kebutuhan 2 hingga 3 bulan ke depan. Sebaiknya dana darurat disimpan di tempat yang aman dan jangan mudah untuk mengambil, kecuali dalam kondisi genting.

2. Pilih Investasi Tepat
Tujuan dari investasi umumnya adalah sebagai dana yang diharapkan berkembang dan dialokasikan untuk kebutuhan mendatang. Dan sebaiknya pilihlah investasi yang minim risiko.

3. Asuransi
Dengan asuransi, kita bisa menghindari penggunaan dana darurat atau investasi yang ditabung untuk masa depan. Ibarat payung yang tidak menjamin hujan tidak akan turun, tetapi dapat menjamin tidak kehujanan.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Hindari Pinjol Ilegal, OJK: Itu Kejahatan

Di masa pandemi ini tak sedikit masyarakat mengalami kesulitan keuangan. Ini terjadi karena beber
berita-headline

Inersia

Kamu Harus Tahu Pinjol yang Legal dan Ilegal

Dengan berbagai macam kecanggihan teknologi, saat ini milenial sudah sangat dimudahkan mendapatka
berita-headline

Inersia

Penting, Literasi Keuangan untuk Para Perempuan

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak negatif, termasuk bagi para perempuan dan pelaku UMKM perem
berita-headline

Inersia

Gaya Generasi Milenial dan Z dalam Mengatur Keuangan

Generasi milenial dan z memiliki gaya pengelolaan keuangan yang berbeda dengan generasi sebelumny
berita-headline

Inersia

Kata Perencana Keuangan Sebelum Putuskan Ambil Pinjol

Jasa Pinjaman online kini semakin berkembang. Masa pandemi menjadi sasaran empuk untuk menarik or