https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 September 2021 - 14:11 wib

NASA Akan Kirim Robot Penjelajah Es ke Bulan

Inersia
berita-headline

NASA berencana mengirim Robot VIPER ke Kawah Nobile di Bulan pada 2023 (foto: NASA)

Badan Penerbangan dan Antariksa AS atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengumumkan akan mengirimkan robot penjelajah es Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) pada 2023 ke wilayah Kutub Selatan Bulan yang disebut Kawah Nobile.

NASA berharap robot VIPER akan mengonfirmasi keberadaan es air tepat di bawah permukaan, yang suatu hari nanti bisa diubah menjadi bahan bakar roket untuk misi ke Mars dan lebih jauh ke kosmos.

"Kawah Nobile adalah kawah tumbukan di dekat kutub selatan yang lahir melalui tabrakan dengan benda langit lain yang lebih kecil," kata Dr Lori Glaze, Director Science Mission Directorate's Planetary Science Division NASA. seperti dikutip dari AFP.

Wilayah kutub selatan Bulan merupakan salah satu daerah terdingin di tata surya dan sejauh ini baru diselidiki dari jauh menggunakan sensor seperti yang ada di Lunar Reconnaissance Orbiter dan Lunar Crater Observation and Sensing Satellite.

"Robot VIPER akan mendekat dan menyatu dengan tanah bulan, bahkan mengebor beberapa kaki ke bawah," kata Dr Glazer.

Dimensi robot tersebut mirip dengan mobil golf, yakni berukuran 1,5 meter x 1,5 meter x 2,5 meter dengan bobot 950 pon atau 430 kilogram dan terlihat agak mirip dengan robot droid yang terlihat di film Star Wars.

Tidak seperti robot penjelajah yang digunakan di Mars, VIPER dapat dikemudikan hampir secara real time karena jarak dari Bumi jauh lebih pendek, yakni hanya sekitar 200.000 mil (sekitar 300.000 kilometer atau 1,3 detik cahaya). Robot ini juga lebih cepat, diperkirakan mencapai kecepatan 0,8 km/jam.

Robot VIPER bertenaga surya dilengkapi dengan baterai 50 jam, dibuat untuk menahan suhu ekstrem, dan dapat berjalan seperti kepiting yang menyamping sehingga panelnya terus mengarah ke matahari untuk mempertahankan pengisian daya.

Tujuan misi ini adalah ingin mengetahui bagaimana air beku mencapai Bulan, bagaimana ia tetap terawetkan selama miliaran tahun, serta bagaimana ia keluar dan ke mana air itu mengalir sekarang.

Misi tersebut merupakan bagian dari Artemis, yaitu rencana AS untuk mengembalikan manusia ke Bulan. Misi berawak pertama secara teknis ditetapkan untuk 2024, tetapi kemungkinan akan dilakukan lewat dari rencana karena dipengaruhi berbagai faktor.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Hangout

Atasi Krisis Tenaga Kerja, Nissan Luncurkan Pabrik dengan Robot Canggih

Nissan telah meluncurkan lini produksi di Pabrik Tochigi dengan Nissan Intelligent Factory, inisi
berita-headline

Inersia

NASA Luncurkan Lucy Pelajari Asteroid Trojan Jupiter

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan pesawat ruang angkasa bernama
berita-headline

Inersia

Mengenal Ki Ageng Gribig, Penasihat Sultan Agung, Pejuang Islam di Tanah Jawa, dan Tradisi Saparan

Ki Ageng Gribig sebagai seorang tokoh agama yang tak kenal lelah d
berita-headline

Inersia

Setelah Mobil Listrik, Elon Musk Siapkan Robot Humanoid

Sukses besar dengan ide mobil listrikya, bilioner Elon Musk kembali mencetuskan ide mutakhirnya.
berita-headline

Viral

Divonis Penjara 4 Bulan, Kivlan Melawan: Itu Kehormatan, Saya Akan Banding

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis penjara selama empat bulan kepada