https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 September 2021 - 05:30 wib

Menumbuhkan Pendidikan Lewat Animasi Karakter

Tak semua anak-anak menganggap belajar sebagai aktivitas menyenangkan.

Bahkan ada yang merasa bahwa belajar bisa jadi beban ketika mereka mengalami kesulitan memahami pelajaran.

Berangkat dari kegelisahan itu, Zenius menghadirkan ZeniusLand, platform belajar yang dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan fundamental dan cara berpikir kritis siswa sekolah dasar di Indonesia.

Platform ini menyediakan permainan edukatif untuk meningkatkan kecerdasan kognitif maupun emosional anak.

Selain itu, platform terbaru dari Zenius ini pun bisa menambah semangat eksplorasi dan belajar anak, dengan mengenalkan karakter animasi yang membuat kegiatan belajar anak jadi semakin menyenangkan.

Siswa SD dapat menguasai Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris melalui metode gamifikasi seru.

"Dengan ZeniusLand, siswa dapat memulai petualangan dalam mengejar ilmu pengetahuan bersama Tiga Sekawan, yang mewakili nilai-nilai karakter anak yang perlu digali sejak dini; Gika untuk kemampuan logika, Imaji untuk imajinasi, dan Aksa untuk literasi," kata Sabda PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Ia berharap dapat memotivasi siswa-siswi di Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan.

"Kami percaya, sisi menyenangkan dalam kegiatan belajar harus dibangun sedini mungkin, seperti sejak usia sekolah dasar.

Jika siswa sudah menumbuhkan “kecintaan belajar”, maka niscaya mereka akan memiliki motivasi ini untuk terus memelihara rasa ingin tahu dan mempelajari hal-hal baru hingga dewasa,” kata Sabda.

Tidak hanya bermanfaat bagi siswa dan siswi, ZeniusLand juga memudahkan orang tua untuk bisa mengawasi perkembangan anak-anak mereka melalui platform yang sama.

Orangtua bisa mengakses kemajuan pendidikan anaknya melalui platform yang sama, sehingga mereka mengetahui kelebihan atau kekurangan anak mereka, dan mendapatkan rekomendasi belajar yang terpersonalisasi.

"Dengan ZeniusLand, orangtua bisa mengajak anak untuk belajar dan mengerjakan tugas, tanpa membuat anak merasa terbebani atau stres,” tambah Sabda. 

Aplikasi ini yang dirancang sebagai arena belajar sambil bermain yang aman untuk anak usia pendidikan SD saat ini.

Platform tersebut dilengkapi dengan kurikulum Zenius yang didesain khusus anak usia 7-12 tahun, video materi belajar yang disajikan dalam bentuk dongeng, hingga penjelasan konsep yang dipandu dengan karakter Tiga Sekawan dengan cara yang menyenangkan.

Pada tahap awal ini, ZeniusLand akan menghadirkan lebih dari 40 video pembelajaran, lebih dari 200 pertanyaan, dan lebih dari 40 materi pembelajaran interaktif untuk siswa kelas 4-6 SD. Platform ini telah tersedia di Android, dan akan segera tersedia di iOS, yang dapat diakses dengan basis langganan, yaitu sebesar Rp 800.000 per tahun.

Zenius berkomitmen untuk terus menambah variasi konten dan mata pelajaran yang tersedia di ZeniusLand.

Tidak hanya untuk anak kelas 4-6 SD, Zenius berencana memperluas jangkauan kurikulum hingga meliputi kelas 1-3 SD.

Selain itu, dalam waktu dekat, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2004 ini juga akan mengumumkan kolaborasinya dengan salah satu perusahaan entertainment terbesar di dunia yang seru dan imajinatif, yang bermarkas di Amerika Serikat.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Terlalu Lama Daring, Puluhan Siswa SMA Pilih Menikah

Sejumlah bangku sekolah di beberapa SMA dan SMK Kota Mandailing Natal, Sumatra Utara tampak koson
berita-headline

Viral

Sekolah Tatap Muka di Bekasi Terapkan Ganjil-Genap

Tak hanya untuk pengendara roda empat, aturan ganjil-genap ternyata juga diterapkan sekolah di ko
berita-headline

Kanal

Ibas Kawal Program Pendidikan Kemendikbudristek untuk Ribuan Pelajar di Jatim

Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kembali mengawal dua program besutan
berita-headline

Viral

Terapkan Pendidikan Gratis untuk Sekolah Negeri dan Swasta

Ika Puspitasari, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menyampaikan kepada para kepala se
berita-headline

Viral

Ini Sanksi Sekolah Tatap Muka yang Langgar Prokes

Sedikitnya 610 sekolah yang tersebar di DKI Jakarta mulai besok, Senin (30/8/2021) akan melaksana