https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   26 September 2021 - 22:01 wib

Mitos Vaksin COVID-19, Masih Dipercaya Tukang Becak Hingga Rapper Dunia

Vaksinasi COVID-19 gencar dilakukan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Namun, masih banyak kalangan yang percaya berbagai mitos vaksin yang mengganggu percepatan program ini. Korban mitos ini tak pandang bulu, dari mulai tukang becak hingga rapper kelas dunia.

Mitos vaksin ini mengaburkan manfaat vaksin. Informasi palsu ini bahkan mengganggu minat orang untuk vaksinasi. "Belum vaksin, Mas. Masih takut. Katanya malah jadi sakit kalau vaksin," ungkap seorang pengemudi becak di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten.

Dokter Abednego Okthara Sebayang dari Rumah Sakit Setio Husodo, Kisaran, Sumatera Utara, ketika dihubungi mengakui masih saja ada yang percaya dengan kabar miring soal vaksinasi. Bahkan ada yang datang ke tempat vaksinasi dengan tujuan mendapatkan sertifikat vaksin tapi tidak mau disuntik.

"Ini sebuah tantangan terkait beredarnya isu soal vaksin. Karena isu tak jelas ini, banyak yang datang ke tempat vaksinasi hanya untuk mendapat surat atau sertifikat vaksin saja. Apalagi saat ini ke mana-mana harus menunjukkan surat sudah vaksinasi," kata dokter Abednego.

Dokter Abednego yang juga vaksinator ini merasakan banyak masyarakat masih percaya bahwa vaksin mengandung microchip. Juga percaya vaksin tidak halal meskipun sudah ada pernyataan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada juga isu kalau sudah divaksin malah sakit terkena COVID.

Tak hanya warga di Indonesia, bintang pop dan rapper dunia Nicki Minaj juga sempat menimbulkan kontroversi di dunia maya. Ia menghubungkan vaksin COVID-19 menyebabkan disfungsi seksual pada seseorang yang dia kenal.

Dalam tweet-nya Minaj mengaku jika salah satu teman sepupunya di Trinidad menjadi impoten setelah mendapatkan vaksin. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak 'sepenuhnya' mempercayai keamanan vaksin COVID-19. Tweet itu pun mendapat banyak reaksi dan memicu kontroversi.

Minaj bukanlah orang pertama yang secara terbuka menolak atau berkontribusi terhadap keraguan vaksin. Selama beberapa bulan, banyak mitos dan propaganda palsu terkait vaksin COVID-19 yang meningkat tajam di media sosial. Ada juga muncul komunitas anti-vaxxer.

Informasi yang salah dan tidak akurat tentang vaksin ini memicu lebih banyak keraguan dan menjauhkan orang yang ingin mendapat manfaat dari vaksinasi. Bahkan mitos vaksin terkesan ilmiah dan dengan mudahnya mengelabui orang sehingga tidak mendukung vaksinasi.

Ada sejumlah mitos kontroversial terbesar soal vaksin COVID-19, ini di antaranya:

1. Vaksin COVID-19 adalah Eksperimental

Vaksin COVID-19 muncul jauh lebih singkat daripada vaksin biasanya, namun tidak berarti vaksin ini kurang aman. Ingatlah bahwa vaksin COVID-19 diperlakukan sama dengan vaksin lainnya untuk memastikan benar-benar aman dan efektif. Apalagi saat ini sudah jutaan orang di dunia berhasil diinokulasi dengan aman.

Komite dan badan kesehatan juga memantau efek sampingnya. Karenanya tak ada alasan untuk skeptis tentang keamanan dan kemampuan kerja vaksin.

2. Memengaruhi Kesuburan dan Fungsi Seksual

Isu menyebutkan vaksin COVID-19 berdampak pada kesuburan pria dan wanita, 'merusak' organ seksual, menyebabkan impotensi, atau memengaruhi siklus menstruasi. Ini sekali lagi merupakan klaim tanpa bukti yang jelas.

Bahkan menurut bukti klinis, efek setelah terinfeksi COVID malah jauh lebih besar, dan dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan masalah seksual. Vaksin tidak membawa risiko seperti itu.

3. 'Mengubah' DNA

Mitos lain yang pada awalnya menimbulkan banyak keraguan palsu adalah kemampuan vaksin untuk menghambat DNA. Masih banyak yang percaya bahwa vaksin dapat ditanamkan dengan microchip yang dapat menimbulkan masalah.

Tidak hanya secara biologis tidak mungkin untuk melakukannya, suntikan vaksin tidak dapat menemukan jalan ke genom Anda. Tak ada cara nyata untuk interaksi yang mungkin terjadi antara vaksin COVID-19 (atau vaksin apa pun) dan DNA yang ada dalam sistem.

4. Kekebalan Alami Lebih Baik daripada Kekebalan Vaksin

Banyak juga yang percaya bahwa terpapar COVID-19 sehingga kemudian memperoleh 'kekebalan alami' memberikan perlindungan lebih baik ketimbang vaksin.

Kekebalan alami memang dapat membantu. Hanya saja vaksin perlu untuk antibodi yang lebih kuat, tahan lama, dan melindungi dari kemungkinan keparahan dan kematian. Ini yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh kekebalan alami.

5. Vaksinasi Saat Hamil Bahayakan Janin

Beberapa orang ragu-ragu dan percaya bahwa mendapatkan vaksin saat hamil dapat membahayakan kesehatan janin. Bahkan menyebabkan keguguran, persalinan prematur, lahir mati, atau defisit perkembangan saat lahir.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang divaksinasi dapat menularkan antibodi COVID ke bayi mereka saat lahir. Selain itu, wanita hamil yang mendapat vaksinasi memiliki peluang lebih kecil mendapat perawatan di rumah sakit atau meninggal karena COVID-19.
 
6. Anda Tak Perlu Vaksin Jika Pernah Terpapar COVID

Ada juga kepercayaan kuat bahwa vaksin hanya perlu untuk mereka yang belum pernah terpapar, atau tertular COVID-19. Sekali lagi ini adalah kesalahpahaman yang membuat banyak orang menghindari vaksinasi.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang pernah menderita COVID-19, dan mendapat vaksinasi memiliki peluang perlindungan terbaik dalam jangka panjang.

Jadi tak ada alasan lagi bagi Anda untuk menunda-nunda untuk vaksinasi COVID-19. Ayo vaksin!


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Asyik, Penyintas Covid-19 Tak Perlu Nunggu Lama untuk Vaksin

Para penyintas covid-19 tidak perlu lagi menungu lama untuk vaksin sampai tiga bulan. Hal ini men
berita-headline

Viral

Indonesia Kedatangan Lagi 871.850 Dosis Vaksin Pfizer dari AS

Sebanyak 871.850 dosis vaksin Pfizer tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (23/
berita-headline

IXU

Empat Cara Mencegah Badai Sitokin

Bagaimana cara mencegah badai sitokin? Jawaban: Mengutip kata RA Adaningga
berita-headline

Viral

Resmi Dinyatakan Halal oleh MUI, Indonesia Siap Datangkan 50 Juta Dosis Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax tela
berita-headline

Viral

Mahalkah Biaya Belanja Vaksin COVID-19 Tahun 2021? Ternyata Segini Angkanya

Tahukah kamu, berapa anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk belanja vaksin COVID-19? Ternya